RADARTASIK.ID – Masa depan AC Milan bersama Massimiliano Allegri kembali menjadi sorotan.
Hubungan keduanya dikabarkan berada di ujung tanduk, membuka kemungkinan perpisahan kedua hanya dalam waktu satu musim kebersamaan.
Laporan media Italia menyebutkan, situasi yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir telah memicu keraguan dari kedua belah pihak.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Inter Bantu AC Milan dan Juventus Segel Tiket ke Liga Champions Musim DepanKritik Ranieri ke Gasperini Bukti Nyata Ada Bom di Ruang Ganti AS Roma
Penurunan performa tim menjadi faktor utama. Kekalahan telak di kandang dari Udinese bukan hanya berdampak pada posisi klasemen, tetapi juga memperbesar tekanan terhadap sang pelatih.
Milan kini kehilangan posisi kedua dan mulai merasakan ancaman serius dalam perebutan tiket Liga Champions.
Dengan keunggulan poin yang semakin menipis atas pesaing seperti Como, situasi ini jelas jauh dari ekspektasi awal musim.
Ambisi untuk bersaing di papan atas justru berubah menjadi perjuangan mengamankan posisi empat besar.
Menurut laporan Sportitalia, manajemen Milan tidak sepenuhnya puas dengan kinerja Allegri.
Bahkan, klub disebut “tidak keberatan” untuk melakukan perubahan di kursi pelatih jika situasi tidak membaik.
Kritik terhadap gaya bermain yang dianggap kurang menarik menjadi salah satu sorotan utama sepanjang musim ini.
Baca Juga:Pellegrini Wajib Potong Gaji Jika Ingin Bertahan di AS Roma, Darmian Korban Pertama Revolusi Inter MilanBucchioni Yakin Scudetto Sudah dalam Genggaman Inter Milan: Mereka Tahu Cara Menderita, Bangkit dan Menang
Di sisi lain, tekanan juga datang dari para suporter. Dalam beberapa pekan terakhir, gelombang ketidakpuasan kembali mencuat di media sosial, dengan tagar #AllegriOut kembali ramai digunakan.
Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara pelatih dan publik San Siro tidak berada dalam kondisi ideal.
Namun, keraguan tidak hanya datang dari pihak klub. Allegri sendiri dikabarkan mulai mempertimbangkan masa depannya.
Ia disebut menginginkan kejelasan rencana jangka panjang sebelum memutuskan bertahan.
Bagi pelatih asal Livorno tersebut, proyek yang solid dan dukungan penuh dari manajemen menjadi syarat utama untuk melanjutkan pekerjaannya.
Salah satu titik krusial yang memicu ketegangan adalah kebijakan transfer. Dalam dua jendela transfer terakhir, sejumlah keputusan dinilai tidak sesuai kebutuhan tim.
Kegagalan mendatangkan penyerang tengah pada musim panas, serta minimnya penguatan di lini belakang pada Januari, menjadi sorotan tajam.
Beberapa rekrutan yang datang juga dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap performa tim.
