Perpustakaan Unsil Award 2026 Angkat Isu Keadilan dan Kearifan Lokal dalam Lomba Esai Nasional

Perpustakaan Unsil Award 2026
Para petinggi kampus Unsil foto bersama para juara dalam acara penganugerahan penghargaan Perpustakaan Universitas Siliwangi Award 2026, Selasa (14/4/2026). (IST)
0 Komentar

Karya tersebut dipilih karena dinilai unggul dalam membedah isu keadilan agraria secara lokalistik, namun memiliki dampak pembahasan yang luas.

Posisi Juara 2 diraih Iis Rahmawati dari Universitas Siliwangi melalui esai “Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas: The Paradox of Justice dalam Penegakan Hukum Korupsi dan Kejahatan Kecil di Indonesia”. Esai tersebut dinilai kuat karena mengangkat ironi penegakan hukum secara lugas dan argumentatif.

Sementara Juara 3 diraih Salwa Al Hani Hidayah dari Universitas Jenderal Soedirman lewat karya “Justice Game dan Ilusi Keadilan: Ketika Negara Lebih Takut Maling Ayam Daripada Koruptor”, yang dinilai menonjol karena keberanian sudut pandang serta ketajaman kritik sosialnya.

Baca Juga:Bupati "Pinjaman"Dua PAC PPP “Meninggal” Sebelum Waktunya!

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan penghargaan bagi juara 1, 2, dan 3 berupa total uang pembinaan Rp6 juta, trofi, sertifikat, serta penerbitan buku kompilasi yang memuat karya 10 finalis terbaik. Penerbitan buku tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan gagasan mahasiswa agar dapat dibaca masyarakat lebih luas.

Bagi Universitas Siliwangi, Perpustakaan Unsil Award tidak hanya menjadi agenda kompetisi tahunan, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya literasi kampus. Melalui kegiatan ini, perpustakaan didorong menjadi ruang tumbuhnya pemikiran kritis dan dialog intelektual.

“Kami ingin mahasiswa menyadari bahwa perpustakaan bukan sekadar ruang baca, melainkan pusat dialektika pemikiran,” tuturnya.

Melalui ajang ini, ia berharap mahasiswa semakin terbiasa membaca persoalan sosial secara mendalam, mengasah nalar kritis, dan berani menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar