Kejadian serupa juga dilaporkan di wilayah BKL Indihiang.
Rumah Rusak hingga TPT Ambruk 30 Meter
Dampak lain dari cuaca ekstrem ini adalah kerusakan bangunan. Di Kampung Cicondong, Kelurahan Cibeuti, dilaporkan rumah warga terdampak.
Sementara itu, tembok penahan tanah (TPT) sepanjang sekitar 30 meter di Perum Almina, Kelurahan Sukarindik, ambruk.
Satu keluarga dengan tiga jiwa terdampak dan saat ini masih dalam tahap asesmen petugas.
Baca Juga:Hujan Ekstrem Sore Hari, Jalur Pusat Pertokoan di Kota Tasikmalaya Banjir GenanganViman Tegaskan IPM Kota Tasikmalaya 2025 Naik, Tapi Kemiskinan Masih Jadi PR Besar
Insiden lain terjadi di Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, di mana sebuah rumah tersambar petir.
Dinding bangunan di Jalan Cihideung Gang Toko Mas Medan juga dilaporkan ambruk.
Kota yang Selalu “Kaget” Saat Hujan
Fenomena ini kembali memunculkan pertanyaan klasik: mengapa setiap hujan deras, Kota Tasikmalaya selalu tampak “kaget”?
Drainase yang tak optimal, tata ruang yang setengah hati, hingga minimnya mitigasi seolah menjadi lagu lama yang terus diputar.
Harisman mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
“Kami mengimbau warga berhati-hati, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor,” katanya.
BPBD bersama unsur terkait terus melakukan penanganan di lapangan, termasuk evakuasi, pembersihan material pohon tumbang, serta pendataan dampak kerusakan. (rezza rizaldi)
