Kasus Pertamax Oplosan: Konsumen Kecewa, Penjualan Anjlok

pengsian bahan bakar jenis pertamax
Warga mengisi BBM di salah satu SPBU di Kota Tasikmalaya pada Senin (3/3/2025). (istimewa)
0 Komentar

Ia berharap dengan sudah ditangkapnya dalang dibalik Pertamax oplosan ini, Pertamax di Pertamina bisa sesuai dengan ketentuannya.

“Semoga nantinya yang tadinya pertamax itu adalah pertalait yang tidak ngantri menjadi benar benar pertamax lah,” katanya.

Bayu, salah seorang karyawan di SPBU di Kecamatan Bayongbong mengatakan pemberitaan mengenai Pertamax oplosan tidak begitu berpengaruh terhadap penjualan di tempatnya.

Baca Juga:Malu Perusahaan Negara Tercoreng, Direktur Utama Pertamina Persero Minta Maaf kepada Rakyat IndonesiaPenggemar Kripto Bersiap Pesta Pora! Harga Bitcoin Hari Ini Mulai Hijau, Tanda-Tanda Pembalikan Tren?

Hal ini lantaran pembeli Pertamax memang lebih sedikit dari pertalinte yang notabene disubsidi pemerintah.

“Tidak terlalu berpengaruh ya kalau disini terlihat seperti biasa aja,” ucapnya, Minggu, (2/3/2025).

Demikian juga di SPBU Cijulang Kabupaten Pangandaran. Seorang petugas, D Awaludin mengatakan informasi Pertamax dioplos tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan SPBU.

Hal itu bisa dilihat dari total penjualan Pertamax yang mencapai 400 sampai 500 liter per hari, tidak berubah.

“Tidak ada, pembelian untuk kendaraan bermotor maupun yang pakai jerigen, masih tetap normal sperti biasa,” ungkapnya.

Iapun tidak berbicara banyak mengenai persoalan pertamax oplosan itu. Hanya mengatakan kemungkinan pertamax oplosan tidak dijual ke Pangandaran.

“Ya mungkin pertamax itu dijualnya bukan ke sini (Pangandaran),” tuturnya.

Salah seorang warga Cijulang Dede Suhendar mengatakan, ada timbul sedikit keraguan untuk membeli bahan bakar pertamax pasca munculnya isu Pertamax oplosan.

Baca Juga:Harga Bitcoin Hari Ini Menguat Setelah Anjlok ke Rp1,29 M, Sinyal Rebound?Beranikah Viman-Diky Tolak Pembelian Mobil Dinas yang Mencapai Rp 1,8 Miliar?

“Jujur saja saya seringnya beli pertalite, tapi sesekali juga beli pertamax karena sayang sama mesin motor, sejak ada berita itu jadi tambah ragu, udah aja beli pertalite,” katanya.

Demikian juga Rahmat, salah seorang warga Banjar. Mengaku setiap beraktivitas seharian berkendara dengan roda dua dan menggunakan Pertamax untuk bahan bakar kendaraannya.

“Kecewa pasti, selama ini kalau itu benar saya merasa ditipu beli Pertamax ternyata Pertalite tanpa harus antre,” ucapnya Minggu 2 Maret 2025. (agi/den/riz/rga/nto)

0 Komentar