Unsil Ajak BUMDes Go Digital

Unsil Ajak BUMDes Go Digital
KOMPAK. Tim PbM-KT Unsil Tasikmalaya yakni Rendra Gumilar MPd, Raden Roro Suci Nurdianti MPd, Astri Srigustini MPd dan Sri Hardianti Sartika MPd foto bersama dengan peserta pelatihan e-commerce kepada BUMDes Cakrabuana Desa Guranteng, kemarin. Foto: ISTIMEWA
0 Komentar

“Supaya konsumen tertarik dengan produk yang ditawarkan BUMDes di masa pemulihan pasca pandemi Covid-19. Menggunakan strategi pemasaran melalui media sosial dan  digital market place BUMDes,” katanya.

Mengingat, sambung ia, transformasi digital dialami oleh hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk para pelaku usaha di desa. BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa perlu didukung untuk dapat memanfaatkan internet dalam pemasaran produknya, agar lebih praktis bertransaksi dalam operasionalnya sehari-hari.

“Desa yang memiliki akses internet baik dan literasi digital yang mumpuni, akan lebih mudah untuk berkembang serta memiliki kemitraan luas dengan berbagai pihak. Minimal dapat menggunakan aplikasi yang mudah diakses seperti WhatsApp dan Facebook dalam operasionalnya sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga:Bikin Laporan Keuangan Mudah dan ProfesionalBudaya Jalan Kaki Dimulai

Sebab, menurutnya, dari potensi mitra pertama yakni Desa Guranteng yang terletak berbatasan dengan Kabupaten Ciamis, Garut dan Majalengka. Hal ini, memiliki nilai strategis dalam pengembangan ekonomi pedesaan. “Memiliki luas 2.020 hektar, lebih 12 destinasi wisata alam, peternakan sapi perah, usaha pertanian, dan budaya,” katanya.

Perlu optimalnya pemanfaatan BUMDes dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam pengembangan usaha di Desa Guranteng. Oleh karena itu, untuk memudahkan pengembangan perekonomian desa, diperlukan digitalisasi khususnya terkait pemasaran produk yang dikelola oleh BUMDes “Cakrabuana” di Desa Guranteng.

“Pada Tahun 2022 ini, pengurus BUMDes Cakrabuana Desa Guranteng berusaha melakukan terobosan dalam mengembangkan usaha empat bidang, yaitu: pertanian, peternakan, jasa dan pariwisata,” ujarnya.

Selanjutnya, mitra BUMDes yang kedua yakni BUMDes Nanjung di Kecamatan Gunungtanjung yang merupakan daerah jalur yang menghubungkan antara Kecamatan Manonjaya dengan Kecamatan Salopa.  Oleh karena itu, tim pengabdian perlukan pendampingan lebih lanjut hingga penggunaan digital marketplace lebih bisa efektif.

“BUMDes Nanjung ini sudah memiliki Shopee Center, namun pemanfaatannya belum optimal. Hal itu dikarenakan pengelola tidak terlalu paham mengenai fitur yang terdapat pada marketplace,” katanya.

Dari hasil pengabdian ini, dimungkinkan untuk mencapai target yakni dapat memaksimalkan pemasaran produk BUMDes melalui  media sosial dan digital marketplace.

“Dengan begitu bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas serta meningkatkan omzet penjualan pada berbagai bidang usaha di BUMDes,” ujarnya.

0 Komentar