TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pilgub Jawa Barat 2029 masih tiga tahun lagi. Tetapi mesin politik rupanya sudah mulai dipanaskan.
Bahkan sebelum baliho calon gubernur bertebaran, nama-nama sudah mulai dilempar ke ruang publik.
Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, H Amir Mahpud, mulai sering memperkenalkan dua nama kadernya yang dinilai punya potensi untuk berlaga dalam kontestasi gubernur mendatang.
Baca Juga:Kader PKK Harus Jadi Garda Terdepan, Penanganan Anak Tidak Sekolah Hingga Urusan Sampah di Kota TasikmalayaPolitisi Belum Diverifikasi, 15 Peserta Sudah Masuk Sistem Seleksi Pendaftaran Pimpinan Baznas Kota Tasik
Keduanya bukan orang baru dalam pemerintahan daerah. Mereka adalah Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.
Dua kepala daerah itu didorong untuk naik kelas. Dari kabupaten menuju provinsi.Pernyataan Amir ini menarik. Bukan semata karena Pilgub masih jauh. Tetapi karena Jawa Barat saat ini sudah memiliki gubernur petahana: Kang Dedi Mulyadi alias KDM.
Apalagi KDM selama ini dikenal memiliki popularitas dan daya tarik politik yang kuat di Jawa Barat. Maka, ketika Gerindra mulai menyebut dua nama alternatif, pertanyaan politik pun muncul: apakah ini sekadar kaderisasi, atau sedang menyiapkan peta kekuatan baru untuk menghadapi Pilgub 2029?
Rumor keretakan hubungan politik antara KDM dan Gerindra pun ikut mengemuka. Ada yang membaca langkah tersebut sebagai upaya down grade. Menurunkan posisi politik KDM dari satu-satunya figur dominan menjadi salah satu dari beberapa nama yang harus diperhitungkan.
Tetapi Amir membantah tafsir itu. “Tidak, bukan mendowngrade incumbent. Kita hanya memunculkan sosok. Melakukan mapping, mendeteksi kader terbaik yang hari ini jadi Bupati dan Wali Kota supaya muncul marwah, spirit Gerindra-nya sehingga dia mau berjuang membesarkan Partai Gerindra,” kata Amir di Tasikmalaya, Sabtu (31/10/2026).
Kalimatnya terdengar sederhana. Namun dalam politik, pemetaan bukan pekerjaan tanpa tujuan. Memetakan berarti mengukur. Mengukur berarti membandingkan. Dan membandingkan biasanya menjadi langkah awal sebelum menentukan pilihan.
Amir Mahpud punya alasan sendiri. Menurut dia, tugas utama Ketua DPD Gerindra Jawa Barat adalah meningkatkan perolehan suara partai. Bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi juga kabupaten dan kota.
Baca Juga:Cemburu Lihat Kekasih Bersama Perempuan Lain, Warga Purbaratu Lompat dari Jembatan Jalan Lingtar TasikmalayaRawan Dipaksakan! Seleksi Pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya Berpotensi Seperti Dewas
Ada target lebih besar yang ingin diamankan: Jawa Barat harus tetap menjadi benteng utama suara Presiden Prabowo Subianto untuk membuka jalan menuju dua periode.
