Membaca Manuver Amir Mahpud: Herdiat-Dony untuk 2029, KDM ke Mana?

Amir mahpud
Ketua DPD Gerindra Jawa Barat H Amir Mahpud
0 Komentar

Ada koalisi, dukungan partai, logistik politik, jaringan relawan, serta kemampuan mengonsolidasikan kekuatan di tingkat daerah.

Amir juga memberikan gambaran tentang masa depan kader yang sudah dua periode menjadi kepala daerah. Menurutnya, mereka tidak harus terus berada di posisi yang sama.

Setelah menyelesaikan masa jabatan, ada kesempatan untuk berkontribusi lebih besar kepada partai. Bisa maju menjadi anggota DPR RI. Bisa pula masuk dalam kontestasi politik pada level yang lebih tinggi.

Baca Juga:Kader PKK Harus Jadi Garda Terdepan, Penanganan Anak Tidak Sekolah Hingga Urusan Sampah di Kota TasikmalayaPolitisi Belum Diverifikasi, 15 Peserta Sudah Masuk Sistem Seleksi Pendaftaran Pimpinan Baznas Kota Tasik

“Jabatan yang diemban sebagai kepala daerah tentu tidak harus selamanya di situ. Tapi bisa naik kelas ke nasional,” begitu kira-kira pesan politik yang ingin disampaikan Amir.

Pernyataan itu membuka satu kemungkinan lain. Dorongan terhadap Herdiat dan Dony belum tentu semata-mata untuk Pilgub 2029. Bisa juga menjadi bagian dari strategi regenerasi dan distribusi kader Gerindra di berbagai level kekuasaan.

Namun, ketika nama mereka secara terbuka dikaitkan dengan kursi gubernur, tentu publik akan membacanya sebagai sinyal kontestasi.

Sinyal itu bisa menjadi motivasi bagi kader. Tetapi sekaligus menjadi pesan kepada figur lain yang selama ini merasa paling kuat.

Pilgub 2029 memang masih jauh. Tetapi bagi partai politik, tiga tahun bukan waktu yang panjang. Pemilu membutuhkan persiapan. Popularitas membutuhkan waktu untuk dibangun. Dan elektabilitas tidak bisa dibentuk hanya dalam beberapa bulan menjelang pencoblosan.

Gerindra tampaknya memahami itu. Mereka mulai menghitung siapa yang punya basis, siapa yang punya rekam jejak, dan siapa yang bisa memberikan keuntungan elektoral bagi partai.

Tetapi ada satu hal yang belum terjawab: apakah Herdiat dan Dony benar-benar siap menjadi penantang KDM?.

Baca Juga:Cemburu Lihat Kekasih Bersama Perempuan Lain, Warga Purbaratu Lompat dari Jembatan Jalan Lingtar TasikmalayaRawan Dipaksakan! Seleksi Pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya Berpotensi Seperti Dewas

Sebab, menjadi bupati dua periode tidak otomatis menjadi gubernur yang kompetitif.Memimpin satu kabupaten berbeda dengan memimpin 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Basis politik lokal juga belum tentu bisa dikonversi menjadi suara tingkat provinsi.

Begitu pula dengan KDM. Popularitas tinggi tidak otomatis menjamin jalan politiknya selalu mulus. Pada akhirnya, manuver Amir Mahpud ini belum bisa disebut sebagai deklarasi perang terhadap petahana.

Tetapi jelas bukan sekadar obrolan warung politik. Ada pesan yang sedang dikirim: Gerindra ingin memiliki banyak pilihan untuk masa depan Jawa Barat.

0 Komentar