TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Persoalan kesehatan anak, angka Anak Tidak Sekolah (ATS), hingga pengelolaan sampah menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan keterlibatan langsung masyarakat. Pemerintah Kota Tasikmalaya pun mendorong kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memperkuat peran hingga tingkat keluarga.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, PKK memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjangkau masyarakat. Terutama untuk memastikan berbagai program pembangunan tidak berhenti sebagai kebijakan, tetapi benar-benar dirasakan keluarga.
Hal itu disampaikan Viman saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Kota Tasikmalaya Tahun 2026 di Aula Bappelitbangda, Kamis (5/11/2026).Menurutnya, kader PKK memiliki kedekatan dengan masyarakat yang tidak selalu bisa dijangkau melalui pelayanan formal pemerintah. “Sering kali kader justru menjadi orang pertama yang mengetahui ketika sebuah keluarga sedang menghadapi kesulitan,” ujar Viman.
Baca Juga:Cemburu Lihat Kekasih Bersama Perempuan Lain, Warga Purbaratu Lompat dari Jembatan Jalan Lingtar TasikmalayaRawan Dipaksakan! Seleksi Pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya Berpotensi Seperti Dewas
Ia menilai, keberadaan kader PKK sangat membantu pemerintah dalam menjalankan program kesehatan, pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga. Sebab, pelayanan pemerintah membutuhkan penghubung agar informasi dan fasilitas yang tersedia benar-benar dimanfaatkan masyarakat.
Salah satu hasil kolaborasi tersebut terlihat dalam percepatan imunisasi anak. Viman mengungkapkan, pada 2025 terdapat 1.193 anak yang tercatat belum memperoleh imunisasi dasar atau zero dose.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.070 anak atau 89,69 persen berhasil mendapatkan imunisasi melalui kerja bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan kader PKK.
Atas capaian tersebut, TP PKK Kota Tasikmalaya menerima penghargaan nasional dari Menteri Kesehatan RI dan Ketua Umum TP PKK pada 11 Juli 2026, dalam puncak HKG PKK ke-54 di Makassar.
“Semoga menjadi penyemangat untuk terus memperkuat kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, serta pemenuhan gizi keluarga melalui Tasik GEMAS,” katanya.
Selain kesehatan, Viman menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih membutuhkan perhatian bersama. Menurutnya, penyebab anak tidak bersekolah tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga kondisi keluarga, persoalan sosial, hingga motivasi anak.
Melalui program Tasik Pintar, Pemkot Tasikmalaya terus melakukan pendataan, penjangkauan, dan koordinasi bersama sekolah serta perangkat kewilayahan.
Baca Juga:Masalah Kepatutan Jangan Terulang, Masalah Dewas Tak Boleh Terulang di Baznas Kota TasikmalayaVape Mulai Jadi Barang Terlarang di Mapolres Tasikmalaya Kota
Berdasarkan capaian yang dilaporkan pada Agustus 2026, sebanyak 2.800 anak telah kembali mengakses pendidikan, baik melalui jalur sekolah maupun layanan pendidikan sesuai kebutuhan.
