Dengan demikian, Pilgub 2029 tidak bisa dilihat hanya sebagai perebutan kursi gubernur. Ada kepentingan elektoral jangka panjang yang sedang dibangun.
Gerindra membutuhkan figur. Figur membutuhkan panggung. Dan kepala daerah adalah salah satu panggung politik paling efektif.
Bupati yang berhasil memimpin dua periode tentu memiliki modal tersendiri. Punya jaringan, dikenal masyarakat, memiliki pengalaman birokrasi, sekaligus punya basis pemilih.
Baca Juga:Kader PKK Harus Jadi Garda Terdepan, Penanganan Anak Tidak Sekolah Hingga Urusan Sampah di Kota TasikmalayaPolitisi Belum Diverifikasi, 15 Peserta Sudah Masuk Sistem Seleksi Pendaftaran Pimpinan Baznas Kota Tasik
Herdiat Sunarya dan Dony Ahmad Munir masuk dalam kategori itu. Amir bahkan menyebut kemungkinan nama lain masih ada.
“Jadi untuk membaca Pak Herdiat sudah dua periode, Pak Dony dua periode, beliau hari ini kader Gerindra sudah menyatakan ikrar kader Gerindra. Bahkan mungkin tidak dua orang ini, ada beberapa lagi yang dalam posisi seperti itu sebenarnya,” ujarnya.
Artinya, dua nama tersebut belum tentu menjadi daftar final. Bisa jadi baru dua nama yang sengaja diperkenalkan ke publik. Bisa juga bagian dari proses penjajakan untuk mengetahui respons masyarakat.
Dalam politik, memperkenalkan nama jauh sebelum pemilihan punya manfaat tersendiri. Publik mulai mengenal. Kader mulai membicarakan. Mesin partai mulai mengukur.
Kalau responsnya bagus, nama itu bisa terus dipelihara. Kalau responsnya kurang, masih ada waktu untuk mengganti strategi.
Yang menarik justru posisi Dedi Mulyadi. KDM bukan figur yang bisa begitu saja dilewati dalam peta politik Jawa Barat.Sebagai gubernur petahana, ia memiliki keuntungan politik berupa popularitas, pengalaman memimpin provinsi, serta akses komunikasi langsung dengan masyarakat.
Tetapi politik tidak selalu berjalan berdasarkan popularitas. Partai politik punya kepentingan sendiri. Petahana bisa populer, tetapi partai tetap perlu menyiapkan kader dan skenario politik.
Baca Juga:Cemburu Lihat Kekasih Bersama Perempuan Lain, Warga Purbaratu Lompat dari Jembatan Jalan Lingtar TasikmalayaRawan Dipaksakan! Seleksi Pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya Berpotensi Seperti Dewas
Di sinilah posisi Gerindra menjadi menarik.Jika KDM tetap menjadi pilihan utama, Gerindra tentu bisa saja mendukungnya. Tetapi jika partai memiliki kader sendiri yang dianggap potensial, tentu wajar bila nama-nama itu mulai disiapkan.
Amir sendiri tidak mengesampingkan KDM.Namun, dengan memunculkan Herdiat dan Dony, Gerindra seolah ingin memastikan bahwa partai tidak kehabisan pilihan.
Dalam bahasa politik, ini bisa disebut menyiapkan plan B. Bahkan mungkin plan C. Sebab, Pilgub tidak hanya ditentukan oleh siapa yang paling populer.
