Kampung CocoNut RI! Jurus UBK-Unisba Tingkatkan Nilai Jual Kelapa dan Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

Program Kampung CocoNut
Sosialisasi dan edukasi pengabdian masyarakat bertajuk Kampung CocoNut RI: Hilirisasi Kelapa Lokal sebagai Pangan Bergizi Keluarga dan Penggerak Ekonomi Desa Rawan Stunting di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (31/10/2026). istimewa
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Melimpahnya hasil panen kelapa di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, menyimpan potensi ekonomi yang besar.

Namun, selama ini hasil pertanian tersebut masih banyak dijual dalam bentuk buah utuh kepada pengepul dengan harga relatif rendah.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petani, terutama ketika terjadi lonjakan pasokan saat musim panen.

Baca Juga:OJK Catat 330 Pengaduan Keuangan di Ciamis, Warga Diingatkan Waspadai Modus PenipuanIPSI Cup XI Kota Tasikmalaya Diserbu 1.314 Atlet, Pembinaan Pesilat Muda Diuji di Arena

Melihat potensi tersebut, dosen Universitas Bhakti Kencana (UBK) Tasikmalaya berkolaborasi dengan Universitas Islam Bandung (Unisba) menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui skema Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) 2026.

Program yang mengusung tema “Kampung CocoNut RI: Hilirisasi Kelapa Lokal sebagai Pangan Bergizi Keluarga dan Penggerak Ekonomi Desa Rawan Stunting” ini berfokus pada pengolahan kelapa lokal menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai sumber pangan bergizi bagi keluarga.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pengolahan daging kelapa menjadi desiccated coconut atau kelapa parut kering.

Produk ini memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan kelapa yang dijual dalam bentuk utuh. Selain itu, daya simpannya juga lebih lama sehingga dapat menjadi solusi untuk mengantisipasi melimpahnya pasokan saat panen raya.

Dalam Pengmas ini ada tim pelaksana antara lain: Bdn. Maria Ulfah Jamil, SST., M.Tr.Keb; apt. Kharina Septi Lestari, M.S.Farm; Bdn. Antri Ariani, SST., M.Kes

Tim pendamping antara lain: Dr. Imam Indratno, S.T., M.T; Dr. Yani Triyani, dr., Sp.PK dan Dr. Titik Respati, drg., M.Sc.PH

Ketua tim pelaksana, Bidan Maria Ulfah Jamil, S.ST., M.Tr.Keb., mengatakan Desa Gunungsari memiliki potensi komoditas kelapa yang cukup besar.

Baca Juga:Penjualan Online Tembus 60 Persen, JG Motor Targetkan Jadi Nomor Satu se-Jawa BaratRSUD dr. Soekardjo Hadirkan ICU Baru dengan 16 Tempat Tidur, Tebar Semangat "Setulus Hati Kami Melayani"

Sayangnya, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai ekonomi optimal bagi masyarakat karena sebagian besar petani masih menjual kelapa dalam bentuk butiran kepada pengepul.

“Selama ini kelapa hasil panen petani langsung dijual kepada pengepul sehingga nilai jualnya relatif rendah. Melalui program ini, kami ingin mendorong peningkatan nilai tambah komoditas kelapa dengan mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Maria yang menjabat Ketua Prodi Kebidanan UBK Tasikmalaya tersebut.

0 Komentar