TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Bambu bukan lagi sekadar bahan pagar atau tiang jemuran. Di tangan para perajin kreatif Kota Tasikmalaya, material bambu kini naik kelas menjadi furnitur dan produk seni berdaya saing tinggi.
Potensi besar ini bakal dipamerkan dalam ajang Priangan Bamboo Fest 2026 yang digelar pada 14–18 Oktober 2026.
Istimewanya, festival yang digagas Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) ini resmi menjadi bagian dari semarak Hari Jadi Kota Tasikmalaya tahun ini.
Baca Juga:Ratusan Barista Kota Tasikmalaya Disertifikasi, Diuji Biar Kopi Enggak Cuma Modal GayaMiras Masih Beredar di Kota Tasikmalaya Lewat COD, Belasan Botol Diselipkan dalam Tas Ransel
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUMKM Indag) Kota Tasikmalaya, Sofian Zaenal Mutaqien, mengungkapkan bahwa konsep gelaran tahun ini tampil lebih segar ketimbang penyelenggaraan sebelumnya.
“Kalau tahun sebelumnya bukan bagian dari rangkaian Hari Jadi, tahun ini kita kolaborasikan langsung dengan momentum Hari Jadi Kota Tasikmalaya,” ujar Sofian, Jumat (9/10/2026).
Melalui Priangan Bamboo Fest 2026, beragam produk olahan bambu dari wilayah Priangan Timur akan dipajang secara luas.
Pameran ini disiapkan sebagai ajang pembuktian bahwa komoditas bambu lokal mampu bersaing di pasar modern dan menembus ceruk industri mebel yang lebih luas.
“Di dalam festival ini ada beberapa pameran kerajinan bambu. Ini momentum tepat untuk memperkenalkan potensi emas bambu Tasikmalaya dan Priangan Timur ke masyarakat luas,” tuturnya.
Sofian menambahkan, bambu di Tasikmalaya punya nilai ekonomi tinggi jika terus diberi ruang promosi yang memadai.
Lewat sentuhan kreasi dan dukungan HIMKI, bambu tak cuma bernilai artistik sebagai dekorasi, tetapi juga menjelma menjadi produk furnitur kokoh siap pakai.
Baca Juga:Telkomsel-PosDigi Bidik 200 Ribu Agen Pos Lewat Paket Sat SetProyek Drainase Zig-Zag Cimerak Kota Tasikmalaya Terus Disorot, PUTR: Dikerjakan Pemprov Jabar
“Harapannya, melalui pameran ini, kerajinan bambu lokal makin dikenal dan jangkauan pasarnya semakin luas,” pungkasnya. (ujang nandar)
