Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat getir bahwa di tengah ramainya kawasan pusat kota, seseorang bisa saja menjalani hari-harinya dalam kesunyian yang nyaris tak terlihat.
Pagi itu, pedestrian yang biasanya menjadi ruang lalu-lalang warga justru menjadi saksi akhir perjalanan hidup seorang pensiunan yang disebut hidup seorang diri. (rezza rizaldi)
