Ketika ditanya lebih memilih mencetak gol atau memberikan assist, Hutchinson tidak ingin memilih salah satunya.
“Tergantung. Terkadang saya suka memberikan assist karena itu membuat saya bahagia, tetapi mencetak gol juga memberi saya kepercayaan diri. Jadi, saya akan mengatakan keduanya. Anda harus melakukan dua-duanya. Untuk menjadi pemain yang lebih baik, Anda harus mampu melakukan keduanya. Jadi, saya berusaha melakukannya sebanyak mungkin,” ujarnya.
Hutchinson menjelaskan bahwa peluang bergabung dengan Milan tidak terlepas dari ketertarikan Amorim terhadap dirinya.
Baca Juga:Mengapa Lazio Bisa Rekrut Diogo Leite untuk Gantikan Romagnoli Setelah Bursa Transfer DitutupAlasan Kocak Matvey Safonov Jadi Kiper: “Saya Benci Berlari”
“Saya pikir sederhana saja, pelatih menginginkan saya. Saya yakin dia berbicara dengan manajemen dan mereka juga sangat tertarik. Semuanya menjadi cukup mudah karena saya pernah bermain melawan Amorim ketika menghadapi Manchester United,” katanya.
Penampilan Hutchinson dalam pertandingan tersebut rupanya meninggalkan kesan bagi Amorim.
Sang pelatih kemudian mencari pemain berkaki kiri yang bisa beroperasi di posisi yang dibutuhkan dalam sistemnya.
“Saya pikir dia benar-benar terkesan dengan saya dan mengatakan bahwa dia membutuhkan pemain di posisi tersebut yang berkaki kiri. Dia mengatakan saya memenuhi kriterianya, jadi prosesnya tidak terlalu sulit,” ujar Hutchinson.
Ia pun masih mengingat gol yang dicetaknya ketika menghadapi tim yang saat itu ditangani Amorim.
“Ya, saya ingat gol itu. Seperti yang saya katakan sebelumnya, dalam pertandingan pertama saya melawan Amorim, saya tampil dengan baik. Dia mengatakan saya membuatnya terkesan dan saya pikir itu sangat penting,” katanya.
Sejak tiba di Milan, Hutchinson mengaku mendapat banyak bantuan dari Amorim.
“Sejak saya tiba, dia sangat membantu saya. Dia sering berbicara dengan saya dan benar-benar luar biasa terhadap saya,” tuturnya.
Baca Juga:Daftar Gaji Pemain AC Milan Musim 2026-27: Bayaran Pemain Italia Kalah Jauh dengan Dua Rekrutan Baru Daftar Gaji Pemain Juventus Musim 2026-27: Kenan Yildiz Tertinggi, Terendah Dibayar Rp6 Miliar
Hutchinson juga sudah mendapat gambaran mengenai tantangan yang akan dihadapinya di Serie A.
Menurutnya, Amorim telah mengingatkan bahwa ia harus mampu menghadapi pertahanan rapat yang menjadi salah satu karakter sepak bola Italia.
“Itu adalah hal pertama yang dikatakan Amorim ketika kami berbicara melalui telepon untuk pertama kalinya. Dia mengatakan saya harus mampu membongkar pertahanan karena terkadang tim lawan akan bermain dengan blok rendah,” ungkap Hutchinson.
