Hasil tersebut membuat persaingan di papan atas Saudi Pro League semakin ketat. Sejumlah pesaing mulai mendekat dan mengancam posisi Al-Hilal di puncak klasemen.
Situasi semakin panas ketika pertandingan melawan Neom berakhir.
Suporter Al-Hilal memberikan tepuk tangan kepada para pemain, tetapi justru mencemooh Inzaghi.
Dari tribun terdengar jelas seruan “Inzaghi out” yang kemudian dengan cepat menjadi hashtag viral di media sosial.
Baca Juga:Omari Hutchinson, Pemain Baru AC Milan Mengaku Tak Menonton Serie AMengapa Lazio Bisa Rekrut Diogo Leite untuk Gantikan Romagnoli Setelah Bursa Transfer Ditutup
Pelatih asal Piacenza itu pun kini menjadi salah satu sasaran utama kemarahan suporter Al-Hilal.
Kritik bahkan datang dari Mohamed Al-Deayea, mantan kiper sekaligus salah satu ikon sepak bola Arab Saudi.
“Saya sudah mengatakan hal yang sama musim lalu. Sulit bagi saya melihat kehadiran Inzaghi dengan optimisme. Jika dia tetap bertahan, menurut saya klub tidak akan memenangkan liga maupun Liga Champions Asia,” kata Al-Deayea.
Ia bahkan menilai pekerjaan manajemen dalam membangun skuad menjadi sia-sia karena tidak mampu dimaksimalkan Inzaghi.
“Manajemen membangun, sementara Inzaghi menghancurkan. Hal itu sudah terlihat sejak musim lalu. Dengan pelatih lain, mereka seharusnya bisa mendapatkan hasil yang luar biasa,” ujarnya.
Tekanan tersebut membuat musim kedua Inzaghi di Arab Saudi menjadi sangat menentukan.
Apalagi, kontraknya disebut bernilai 25 juta euro bersih per musim, sehingga ekspektasi terhadapnya sangat tinggi.
Baca Juga:Alasan Kocak Matvey Safonov Jadi Kiper: “Saya Benci Berlari” Daftar Gaji Pemain AC Milan Musim 2026-27: Bayaran Pemain Italia Kalah Jauh dengan Dua Rekrutan Baru
Jika kembali gagal meraih trofi, posisi Inzaghi diperkirakan akan semakin sulit dipertahankan.
Setelah enam pertandingan liga, Al-Hilal tercatat mengoleksi 15 poin, jumlah yang sama dengan Al Qadsiah yang diperkuat penyerang Italia, Mateo Retegui.
Al-Nassr juga berada di angka 15 poin setelah meraih kemenangan atas Abha.
Cristiano Ronaldo membuka keunggulan Al-Nassr melalui sundulan, sekaligus mencatatkan gol ke-979 sepanjang karier profesionalnya.
Pada babak kedua, Al-Nassr memperbesar keunggulan melalui Al-Hamdan. Abha kemudian memperkecil ketertinggalan lewat gelandang serang Prancis, Nabil Fekir, yang sebelumnya pernah memperkuat Real Betis dan Lyon.
Persaingan di papan atas Saudi Pro League pun semakin menarik. Al-Hilal tidak lagi memiliki ruang untuk melakukan kesalahan jika ingin memenuhi ambisi klub dan meredam tekanan yang kini mengarah langsung kepada Simone Inzaghi.
