Akademisi Tasikmalaya Asep M Tamam menilai Pemkot Tasikmalaya belum memiliki prioritas dan target yang jelas dalam penataan yang dilakukan di Dadaha. Sehingga tim penataan dibingungkan karena perlu mengakomodir semua kepentingan. “Kalau ingin mengakomodir semuanya ya enggak akan selesai, harus jelas prioritasnya,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (3/9/2026).
Secara histori, Asep M Tamam menilai Dadaha merupakan pusat kegiatan olahraga. Sehingga kawasan tersebut didominasi oleh sarana olahraga dari mulai stadion, lapangan basket, sampai dengan GOR. “Karena Dadaha itu dikenalnya memang pusat kegiatan olahraga,” ujarnya.
Maka dari itu, menurutnya penataan pun harus memprioritaskan kepentingan masyarakat yang ingin berolahraga. Ditambah lagi, Dadaha pun menjadi kerap menjadi pusat kegiatan seni dengan adanya gedung kesenian. “Jadi tinggal konsentrasikan penataan untuk memaksimalkan fungsi sarana olahraga,” terangnya.(Rangga Jatnika)
