Dianugerahi Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta, Aktivis KAHMI Hendriyanto Attan Sampaikan Pesan

Kanjeng Raden Haryo
Aktivis muda Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Hendriyanto Attan SPsi MM (kiri) bersama Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof Dr Sunarto SH MH. (Istimewa)
0 Komentar

Lintasan tersebut menjadi konteks penting dalam melihat penganugerahan gelar Kanjeng Raden Haryo kepadanya. Gelar itu hadir di tengah perjalanan seorang aktivis organisasi yang kemudian memasuki berbagai ruang pengabdian profesional dan sosial.

Gelar sebagai Amanah

Dalam tradisi keraton, gelar kehormatan tidak semestinya berhenti sebagai simbol status. Di dalamnya terdapat tanggung jawab moral untuk menjaga martabat, sikap, dan nilai-nilai luhur yang menyertai gelar tersebut.

Bagi Hendriyanto, amanah itu bertemu dengan pengalaman panjangnya di organisasi dan dunia profesional. Identitas sebagai aktivis KAHMI, pengurus di lingkungan NU, serta profesional di sejumlah perusahaan nasional menjadi ruang untuk menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata.

Baca Juga:Bukan Sekadar Souvenir, BPJS Ketenagakerjaan Banjar Hadirkan Pelayanan Spesial di Hari PelangganHonda Gelar Festival Hari Pelanggan Nasional 2026, Ribuan Konsumen Jawa Barat Dapat Apresiasi Spesial

Karena itu, gelar Kanjeng Raden Haryo Hendriyanto Attan Dharmawisisesa dapat dimaknai sebagai dorongan untuk mempertemukan tradisi dengan kehidupan modern. Kebudayaan tidak berhenti pada simbol dan seremoni, tetapi dapat diwujudkan dalam etika bekerja, berorganisasi, membangun hubungan sosial, serta mengabdi kepada bangsa.

Bagi seorang putra Sumenep yang kemudian aktif dalam KAHMI dan NU serta berkiprah di dunia profesional, penghormatan dari Keraton Surakarta Hadiningrat menjadi bagian baru dalam perjalanan tersebut.

Kini nama Kanjeng Raden Haryo Hendriyanto Attan Dharmawisisesa SPsi MM membawa sejumlah identitas sekaligus: putra Sumenep, aktivis KAHMI, bagian dari keluarga besar NU, dan profesional yang memiliki pengalaman di sejumlah institusi nasional.

Pada akhirnya, gelar boleh menjadi tambahan nama. Namun, makna terpenting sebuah gelar justru terletak pada bagaimana amanah di baliknya dijalankan: menjaga kehormatan, merawat nilai budaya, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (rls)

0 Komentar