Dianugerahi Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta, Aktivis KAHMI Hendriyanto Attan Sampaikan Pesan

Kanjeng Raden Haryo
Aktivis muda Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Hendriyanto Attan SPsi MM (kiri) bersama Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof Dr Sunarto SH MH. (Istimewa)
0 Komentar

Nama Sumenep tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang kekuasaan dan kebudayaan di Madura. Di wilayah ini pernah berkembang pemerintahan keraton yang meninggalkan warisan arsitektur, tata pemerintahan, kebudayaan, serta tradisi sosial yang hingga kini masih menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.

Salah satu tokoh penting dalam sejarah awal Sumenep adalah Arya Wiraraja. Dalam berbagai catatan sejarah lokal, tokoh tersebut dikaitkan dengan pemerintahan awal Sumenep sekaligus memiliki hubungan erat dengan Raden Wijaya dan proses berdirinya Majapahit.

Nama Arya Wiraraja juga berkaitan dengan penetapan 31 Oktober 1269 sebagai tonggak hari jadi Kabupaten Sumenep. Sejarah tersebut memperlihatkan bahwa Sumenep memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan, diplomasi, politik, dan kebudayaan.

Baca Juga:Bukan Sekadar Souvenir, BPJS Ketenagakerjaan Banjar Hadirkan Pelayanan Spesial di Hari PelangganHonda Gelar Festival Hari Pelanggan Nasional 2026, Ribuan Konsumen Jawa Barat Dapat Apresiasi Spesial

Dari tanah yang memiliki tradisi keraton itu pula Hendriyanto tumbuh dan kemudian menapaki perjalanan di berbagai ruang pengabdian. Karena itu, penganugerahan gelar dari Keraton Surakarta Hadiningrat memiliki makna simbolik tersendiri.

Seorang putra Sumenep, daerah yang memiliki sejarah keratonnya sendiri, kini memperoleh penghormatan dari salah satu pusat kebudayaan Jawa. Ada semacam pertemuan dua tradisi dalam perjalanan tersebut: tradisi keraton Sumenep di Madura dan tradisi Keraton Surakarta Hadiningrat di Jawa.

Pertemuan itu menjadi semakin menarik karena perjalanan Hendriyanto sendiri berada di antara sejumlah ruang pengabdian: tradisi intelektual HMI-KAHMI, organisasi kemasyarakatan, dunia profesional, dan kehidupan sosial-kebangsaan.

Dari KAHMI, NU hingga Dunia Profesional

Selain aktif di lingkungan KAHMI, Hendriyanto Attan juga memiliki rekam jejak dalam organisasi kemasyarakatan, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

Ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PBNU. Keterlibatan tersebut memperluas ruang pengabdiannya, khususnya dalam bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Pengalaman organisasi itu berjalan beriringan dengan kiprahnya di dunia profesional. Hendriyanto dipercaya sebagai advisor di sejumlah badan usaha milik negara (BUMN), di antaranya PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang (Antam), PT Timah, PT Pupuk Indonesia, PT Waskita Karya, dan PT Pos Indonesia.

Dengan pengalaman tersebut, perjalanan Hendriyanto mempertemukan sejumlah lingkungan yang berbeda: tradisi kemahasiswaan HMI, keluarga besar KAHMI, organisasi kemasyarakatan NU, serta dunia profesional dan korporasi nasional.

0 Komentar