Gerakan Literasi, PGRI Kabupaten Tasikmalaya Luncurkan Buku

Pgri kabupaten tasikmalaya
Pengurus PGRI Kabupaten Tasikmalaya mengikuti Maulid Nabi Muhammad Saw, Rabu (2/9/2026). (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tasikmalaya tidak berhenti pada kegiatan keagamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong guru menghasilkan karya melalui tulisan.

Semangat itu ditandai dengan peluncuran buku perdana karya Sekbidwan PC PGRI se-Kabupaten Tasikmalaya berjudul “Menyalakan Peradaban” di Gedung PGRI Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tasikmalaya, Hj. Retno Widyastuti, SE, jajaran PGRI Kabupaten Tasikmalaya, para pengurus PC PGRI, serta para penulis yang berasal dari lingkungan organisasi profesi guru tersebut.

Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi

Peluncuran buku menjadi bagian utama kegiatan yang memadukan peringatan Maulid Nabi dengan gerakan literasi. Hj. Retno turut meresmikan momentum tersebut dengan menandatangani sertifikat penghargaan dan banner bertuliskan “Gerakan Menulis Wujud Meningkatkan Literasi di Kabupaten Tasikmalaya.”

Hj. Retno mengatakan, kegiatan tersebut membawa dua momentum penting yang memiliki keterkaitan erat, yakni keteladanan Rasulullah SAW dan lahirnya karya intelektual dari kalangan guru.

“Hari ini kita memperingati dua momentum yang sangat bermakna. Pertama, mengenang kelahiran Rasulullah saw sebagai pembawa rahmat, ilmu, dan keteladanan. Kedua, kita menyaksikan lahirnya sebuah karya intelektual melalui buku ‘Menyalakan Peradaban’,” ujarnya.

Menurut Retno, kedua momentum tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni ilmu, keteladanan dan upaya membangun manusia.

Ia menegaskan, peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar mengenang perjalanan hidup Rasulullah saw. Nilai yang terkandung di dalamnya harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut dinilai sangat relevan dengan dunia pendidikan. Sebab, guru tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter generasi muda.

“Guru bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang baik,” katanya.

Baca Juga:Gelorakan Gerakan Langit Biru, Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Bersihkan Jalan dan Tanam Puluhan PohonPangdam III/Siliwangi Terima Kunjungan Paskibraka Jawa Barat 2026

Atas peran tersebut, Retno menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Tasikmalaya.

Menurutnya, kontribusi guru tidak selalu dapat diukur secara langsung. Nilai pengabdian tersebut justru terlihat dalam jangka panjang melalui perubahan dan keberhasilan generasi yang mereka didik.

0 Komentar