“Jasa guru tidak selalu dapat diukur dengan angka, karena apa yang ditanamkan hari ini dapat memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” ucapnya.
Retno juga menilai peluncuran buku “Menyalakan Peradaban” menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan kemajuan teknologi.
Pembangunan manusia melalui ilmu pengetahuan, karakter, budaya dan akhlak menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan daerah. Karena itu, gerakan menyalakan peradaban harus dimulai dari pembangunan manusia.
Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi
Ia menggambarkan proses tersebut sebagai upaya menyalakan pikiran dengan ilmu, hati dengan iman, langkah dengan keteladanan dan masa depan dengan harapan.
Kehadiran buku tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong guru agar tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga menghasilkan karya. Gerakan menulis diharapkan mampu memperkuat budaya literasi, khususnya di lingkungan pendidikan Kabupaten Tasikmalaya.
Retno menilai budaya membaca, menulis dan berkarya harus terus dihidupkan karena ketiganya berkaitan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam konteks pendidikan, guru memiliki posisi strategis. Selain menyampaikan materi pembelajaran, guru dapat menjadi teladan bagi peserta didik dalam membangun kebiasaan membaca, berpikir kritis dan menuangkan gagasan melalui tulisan.
“Mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperbaiki diri dan menjadikan buku ini sebagai momentum untuk menghidupkan kembali budaya membaca, menulis, dan berkarya,” katanya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Tasikmalaya H. Unang Arifin, S.Pd., M.Si menyampaikan peluncuran buku karya Sekbidwan PC PGRI se-Kabupaten Tasikmalaya menjadi catatan tersendiri bagi organisasi profesi guru.
“Karya tersebut menunjukkan bahwa ruang pengabdian guru tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga dapat diwujudkan melalui gagasan dan tulisan yang dibukukan,” katanya.
Baca Juga:Gelorakan Gerakan Langit Biru, Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Bersihkan Jalan dan Tanam Puluhan PohonPangdam III/Siliwangi Terima Kunjungan Paskibraka Jawa Barat 2026
Menurutnya, karya yang lahir dari pengalaman dan pemikiran guru diharapkan menjadi dokumentasi pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan dan literasi di daerah.
“Melalui kegiatan tersebut, kami mendorong agar tradisi menulis semakin tumbuh di kalangan guru,” pungkasnya. (obi)
