Parma menjadi lawan di Stadio Olimpico.
Stadion dipenuhi lautan merah dan kuning. Para tifosi menunggu momen yang sudah mereka nantikan selama 18 tahun.
Roma kemudian menutup musim dengan kemenangan 3-1.
Totti, Montella, dan Batistuta mencetak gol dalam pesta tersebut.
Bahkan sebelum pertandingan benar-benar berakhir, sejumlah tifosi sudah masuk ke lapangan karena tidak mampu menahan euforia.
Roma resmi menjadi juara Serie A 2000/2001 dengan 75 poin, unggul dua angka dari Juventus.
Scudetto ketiga dalam sejarah klub pun menjadi kenyataan.
Baca Juga:Juventus Rampungkan Negosiasi untuk Boyong Lionel Messi 2 Meter dari Jerman Siapa Omari Hutchinson? Pemain Baru AC Milan di Hari Terakhir Bursa Transfer
Kini, 26 tahun setelah kemenangan bersejarah di Via del Mare tersebut, Roma kembali meninggalkan stadion yang sama dengan kemenangan besar.
Bedanya, kali ini mereka datang bersama Gasperini dan generasi pemain yang sepenuhnya berbeda.
Dua pertandingan telah menghasilkan dua kemenangan. Delapan gol dicetak dan belum ada satu pun yang bersarang di gawang Roma.
Catatan itu memang belum menjadikan Giallorossi favorit mutlak Scudetto.
Gasperini sendiri memilih bersikap hati-hati. Ia menilai Inter Milan masih memiliki keunggulan dalam persaingan gelar, sementara Como, Napoli, Juventus, dan AC Milan juga memiliki kualitas untuk menjadi pesaing.
Karena itu, pelatih Roma tersebut tidak ingin timnya terburu-buru berbicara tentang gelar.
Namun, sepak bola tidak hanya soal angka dan klasemen.
Ada momentum, ada kepercayaan diri, dan ada sejarah yang terkadang membuat sebuah kemenangan terasa lebih istimewa.
Kemenangan 4-0 atas Lecce memberikan Roma enam poin dan posisi puncak klasemen.
Baca Juga:Siapa Nick Woltemade? Raksasa Tidur dari Jerman yang Ingin Diboyong Juventus di Hari Terakhir Bursa Transfer Tinggalkan Al-Hilal, Karim Benzema Gantung Sepatu?
Tetapi bagi para tifosi, hasil itu juga membawa kembali kenangan tentang tim Capello yang pernah mengakhiri penantian 18 tahun untuk menjadi juara Italia.
Scudetto tentu masih terlalu jauh untuk dibicarakan. Namun, jika sejarah adalah pertanda, Via del Mare setidaknya telah memberi Roma alasan untuk kembali bermimpi.
