Como vs Napoli: Fabregas Menyesal Pernah Bertengkar dengan Allegri di San Siro

Cesc Fabregas
Cesc Fabregas Foto: Tangkapan layar Instagram@comofootball
0 Komentar

Ia mengakui bahwa dirinya juga memiliki kekurangan dan menjadikan insiden tersebut sebagai pengalaman untuk belajar.

Fabregas kemudian mendapatkan pertanyaan mengenai seberapa besar pengaruh Allegri terhadap permainan Napoli saat ini.

Pelatih asal Spanyol itu mengakui terdapat sentuhan Allegri dalam permainan Partenopei, meski menurutnya Napoli juga masih membawa beberapa karakter dari era Antonio Conte.

Baca Juga:Media Italia: AC Milan Wajib Beli Pemain Papan AtasAC Milan Tumbangkan Venezia 2-0: Goncalo Ramos Berkah Sekaligus Kutukan Bagi Rossoneri

“Ada pengaruhnya. Saya tidak terlalu mengenalnya, tetapi dia sangat cerdas,” kata Fabregas.

“Saya melihat banyak hal dari Conte dan Allegri, ditambah pemain-pemain yang sangat kuat. Ada sedikit campuran. Mereka kembali menggunakan formasi 4-3-3 dengan dua pemain sayap yang sangat kuat,” ulasnya.

Menurut Fabregas, kemampuan Allegri beradaptasi menjadi salah satu kekuatan Napoli.

“Dia memasukkan beberapa idenya sendiri, tetapi dia juga menyesuaikan diri dengan karakteristik para pemainnya,” paparnya.

Fabregas bahkan melihat Napoli sudah menunjukkan perubahan dibandingkan saat menjalani pramusim.

“Sudah terlihat Napoli yang berbeda dibandingkan saat pramusim,” tambahnya.

Komentar tersebut menjadi sinyal bahwa Fabregas sangat menyadari tantangan yang akan dihadapi Como di Maradona.

Selain membahas Allegri dan Napoli, Fabregas juga berbicara mengenai aktivitas Como di bursa transfer.

Como baru saja menyelesaikan transfer Samuele Ricci dan masih berupaya mendatangkan Moise Kean untuk memperkuat skuad.

Baca Juga:Leao Menangis Tinggalkan AC Milan: Ini Bukan Cinta TerakhirAmorim Beri Sinyal Rafael Leao Tinggalkan AC Milan: “Ada Saatnya Lebih Baik Pergi” 

Fabregas menegaskan bahwa targetnya bukan sekadar mengumpulkan pemain, tetapi membangun skuad yang memiliki keseimbangan dan kedalaman.

“Kami ingin menciptakan tim yang seimbang, di mana semua pemain bisa masuk kapan saja. Musim ini kami harus melakukan rotasi,” ujar Fabregas.

Pengalaman Fabregas bermain di level tertinggi menjadi salah satu modal dalam menghadapi jadwal padat.

“Saya bermain di Liga Champions selama bertahun-tahun. Ini adalah tantangan yang sangat penting bagi kami semua,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menyadari Como masih memiliki keterbatasan pengalaman.

“Kami masih belum berpengalaman. Saya tidak bisa mengatakan apakah dengan 20 atau 25 pemain kami sudah benar-benar siap,” jelasnya.

Fabregas memilih bersikap realistis. Menurutnya, Como sedang menjalani proses yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

“Kami mencoba dengan sebuah ide, tetapi saya tidak bisa mengatakan 100 persen bagaimana hasilnya nanti. Kami mencoba dengan sebuah gagasan, dan pengalaman ini mungkin membuat kami lebih siap dua atau tiga tahun lagi,” bebernya.

0 Komentar