CIAMIS, RADARTASIK.ID – Tradisi Merlawu kembali digelar masyarakat Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, di Situs Kabuyutan Gandoang, Jumat (28/8/2026). Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun itu menjadi momentum warga untuk mendoakan para leluhur sekaligus merawat warisan budaya yang ditinggalkan generasi terdahulu.
Merlawu dilaksanakan setiap bulan Rabiul Awal atau Mulud, bertepatan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Pelaksanaannya berlangsung pada Kamis dan Jumat dengan sejumlah rangkaian kegiatan adat.
Situs Kabuyutan Gandoang sendiri menyimpan sejumlah jejak sejarah, termasuk makam para sesepuh dan tokoh masa lalu. Salah satunya Syekh Padamatan yang dinilai memiliki jasa besar dalam perkembangan dan kemajuan Desa Wanasigra.
Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi
Prosesi Merlawu diawali dengan Nyembah, yakni bersilaturahmi kepada pupuhu. Setelah itu dilanjutkan Ngarangki, berupa penggantian pagar bambu makam Syekh Padamatan.
Rangkaian berikutnya adalah Nyiraman, yakni membersihkan benda-benda pusaka peninggalan zaman dahulu. Benda pusaka tersebut di antaranya satu keris, dua tombak, serta naskah daluang atau lempeng tembaga.
Puncak tradisi ditandai dengan doa bersama di makam Syekh Padamatan. Warga Desa Wanasigra bersama pengunjung dari luar daerah berbondong-bondong mengikuti prosesi tersebut. Setelah doa, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama menggunakan makanan yang dibawa dari rumah masing-masing.
Kegiatan tersebut dihadiri Wawali Kerajaan Galuh Raden Rafiq Hakim Radinal, Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis Dian Budiyana, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Ciamis Okta Jabal Nugraha, sesepuh, budayawan, dan sejumlah undangan lainnya.
Kepala Desa Wanasigra Yudi Wahyudi mengatakan kegiatan adat budaya Merlawu dilakukan setiap tahun, setiap bulan Rabiul Awal atau Mulud seperti pada hari ini.
“Adat budaya Merlawu saat ini, rutin diadakan setiap tahun. Dilaksanakan pada bulan Rabiul Awal,“ katanya kepada wartawan, Jumat (20/9/2024).
Menurutnya, rangkaian kegiatan hingga puncak upacara adat Merlawu merupakan bagian dari upaya masyarakat untuk meneruskan sekaligus mengingat kembali jejak para leluhur. Terlebih, Situs Kabuyutan Gandoang menyimpan sejumlah makam tokoh masa lalu, seperti Syekh Padamatan, Eyang Bodas, dan Kiai Masyahidin.
