“Mereka ini merupakan suatu tokoh penyebar agama Islam dan membangun peradaban di Desa Wanasigra. Dengan adanya Merlawu ini bentuk mengingatkan terhadap jasa-jasanya leluhur agar tetap dikenal,“ ujarnya.
Selain menjadi sarana penghormatan kepada leluhur, Merlawu juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat. Warga dari Desa Wanasigra maupun luar desa datang ke Situs Gandoang untuk mengikuti prosesi, kemudian makan bersama dan saling bertukar sajian yang dibawa dari rumah masing-masing.
“Setelah berdoa bersama masyarakat di sini berbagi makanan yang dibawa dari rumah. Tentunya ini simbol kebersamaan dan gotong royong bisa terjalin pada adat budaya Merlawu ini,“ katanya.
Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi
Tradisi tersebut juga menjadi momentum bagi warga Wanasigra yang merantau untuk kembali ke kampung halaman. Mereka biasanya menyempatkan diri pulang agar bisa mengikuti Merlawu.
“Bagi masyarakat Desa Wanasigra yang merantau di luar kota kalau ada budaya adat Merlawu seperti ini menyempatkan pulang mudik, sehingga bukan hanya lebaran saja,“ ujarnya.
Wawali Kerajaan Galuh Raden Rafiq Hakim Radinal mengaku bangga karena masyarakat Desa Wanasigra masih terus merawat dan menjaga adat budaya karuhun melalui tradisi Merlawu.
Menurutnya, antusiasme masyarakat, baik dari Wanasigra maupun luar daerah, menunjukkan tradisi tersebut masih memiliki tempat kuat di tengah masyarakat.
“Karena tradisi ini dilakukan karuhun kita untuk saling asah, asih, dan asuh. Dibuktikan saat ini seluruh Desa Wanasigra dengan menjaga Merlawu ini terus menjaga kebersamaan dan kegiatan ini jangan sampai hilang, harus ada sampai generasi berikutnya,“ katanya.
Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis Dian Budiyana turut mengapresiasi pelaksanaan adat budaya Merlawu di Situs Kabuyutan Gandoang. Menurutnya, tingginya kehadiran masyarakat menunjukkan adanya kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya leluhur.
“Artinya kehadiran semuanya pada adat budaya Merlawu ini bentuk merawat budaya adat dari leluhur,“ ujarnya.
Baca Juga:Gelorakan Gerakan Langit Biru, Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Bersihkan Jalan dan Tanam Puluhan PohonPangdam III/Siliwangi Terima Kunjungan Paskibraka Jawa Barat 2026
Ia berharap tradisi tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga generasi berikutnya tetap mengenal dan mampu melestarikan warisan budaya yang telah dijaga masyarakat selama ini.
“Karena adanya Merlawu sekarang berkat adanya dahulu leluhur melestarikan, dan adanya sekarang diharapkan Merlawu bisa panjang ke depannya,“ katanya. (riz)
