Christian Pulisic berpotensi digunakan sebagai false nine.
Pemain asal Amerika Serikat tersebut memang memiliki kemampuan teknis untuk bermain lebih ke tengah. Ia mampu bergerak di antara lini, membuka ruang, dan terlibat dalam kombinasi serangan.
Akan tetapi, Pulisic dikenal lebih nyaman bermain di posisi yang selama ini menjadi zona favoritnya.
Karena itu, penggunaan sang pemain sebagai false nine kemungkinan hanya menjadi opsi situasional.
Baca Juga:Intip Calon Lawan Juventus dan AC Milan di Liga Europa Tak Ingin Ditikung AS Roma, Juventus Tawari Kessie Gaji Rp7,5 Miliar per Bulan
Pilihan lain yang lebih ekstrem adalah memainkan Ruben Loftus-Cheek sebagai penyerang tengah.
Loftus-Cheek pernah dimainkan sebagai nomor 9 ketika masih berada di bawah asuhan Stefano Pioli.
Akan tetapi, skenario tersebut dinilai sebagai pilihan darurat ketimbang bagian dari rencana utama Amorim.
Dengan demikian, struktur lini depan Milan untuk saat ini terlihat cukup jelas.
Goncalo Ramos menjadi ujung tombak utama, sedangkan Francesco Camarda disiapkan sebagai opsi penting berikutnya.
Pulisic menjadi alternatif false nine, sementara Loftus-Cheek hanya menjadi solusi dalam kondisi tertentu.
Amorim tampaknya ingin memastikan Camarda tidak kehilangan tempat dalam proyek baru Milan dan hanya menunggu kesempatan dari bangku cadangan.
Baca Juga:Jurnalis Italia Ungkap Penyebab Kean Mangkir Latihan: Fiorentina Plin-Plan? Benedetto Yakin Kessie Lebih Dekat Gabung Juventus Dibandingkan AS Roma
Bagi pelatih asal Portugal itu, memberikan ruang kepada Camarda bukan berarti menurunkan ambisi Milan.
Sebaliknya, ia percaya proses membangun tim juara dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pemain muda.
Kini tantangannya adalah membuktikan gagasan tersebut di lapangan. Dengan Ramos sebagai penyerang berpengalaman dan Camarda sebagai talenta muda yang sedang berkembang, Milan berharap memiliki kombinasi yang mampu menjaga ketajaman lini depan sepanjang musim.
