Namun, Di Benedetto meminta publik tidak hanya menyalahkan sang striker.
“Dia memang salah karena tidak hadir dalam latihan, kami ulangi, dan dia akan didenda. Tetapi bukan dia yang meminta untuk dijual,” tegasnya.
Inilah yang menurut sang jurnalis perlu mendapatkan perhatian.
Jika Fiorentina memang ingin mempertahankan Kean, klub seharusnya konsisten dengan keputusan tersebut.
Sebaliknya, jika klub membuka pintu untuk penjualan, maka proses transfer harus dikelola secara profesional tanpa menjadikan pemain sebagai satu-satunya pihak yang disalahkan.
Baca Juga:Luciano Moggi: Juventus Tak Lagi Membuat Lawan Takut, Justru Mereka yang Merasa TakutDaftar Pemain Incaran AC Milan untuk Gantikan Leao: Dari Alvyn Sanches hingga Ethan Nwaneri
Terlebih lagi, Fiorentina sendiri masih harus mencari pengganti jika Kean benar-benar pergi.
Beto disebut sebagai salah satu kandidat utama. Mauro Icardi juga sempat masuk dalam pembicaraan sebagai opsi lain.
Di tengah kekacauan tersebut, muncul informasi lain dari Viola Park yang menyebut Kean tidak ingin menjadi starter ketika Fiorentina menghadapi AS Roma.
Di Benedetto menyebut kabar tersebut tidak benar.
“Informasi yang muncul dari Viola Park bahwa Kean tidak ingin menjadi starter melawan Roma adalah salah. Itu tidak terjadi,” tulisnya.
Klarifikasi tersebut semakin memperlihatkan bahwa situasi Kean tidak sesederhana yang terlihat dari luar.
Ada tarik-menarik kepentingan antara pemain, klub dan calon pembeli. Sementara itu, informasi yang beredar membuat suasana semakin panas.
Di Benedetto kemudian mengangkat persoalan yang lebih luas mengenai hubungan antara klub dan pemain.
Baca Juga:Rafael Leao Selangkah Lagi Gabung Galatasaray: Ditawari Paket Gaji Hingga Rp240 MiliarComo Tawar Moise Kean Rp800 Miliar, Paratici: Fiorentina Tak Perlu Jual Pemain
Menurutnya, setelah melihat berbagai kejadian dalam beberapa hari terakhir, sebuah klub memang memiliki kendali terhadap pemain, tetapi hanya sampai batas tertentu.
“Jika seorang pemain ingin pergi, pada akhirnya dia akan berhasil mencapai tujuannya,” tulis Di Benedetto.
Kondisi seperti ini tentu menjadi persoalan bagi klub. Akan tetapi, sang jurnalis mengingatkan bahwa klub juga terkadang menggunakan logika yang sama ketika situasi berjalan tidak sesuai keinginan mereka.
Fiorentina ingin memiliki kendali atas masa depannya, tetapi di saat yang sama mereka juga membuka peluang untuk menjual sang pemain.
Ketika Kean kemudian mengambil sikap keras, seluruh persoalan berubah menjadi konflik terbuka.
Bagi Como, situasi tersebut justru bisa menjadi peluang. Klub asuhan Cesc Fabregas memang sudah mengajukan tawaran dan masih berharap mendapatkan Kean untuk memperkuat skuad menghadapi Serie A serta Liga Champions.
