Ayah Tijjani Reijnders Ungkap Penyebab Anaknya Gagal Gabung Juventus

Tijjani Reijnders
Tijjani Reijnders  Foto: Tangkapan layar Instagram@tijjanireijnders 
0 Komentar

Kessié dinilai lebih memungkinkan secara finansial karena saat ini berstatus bebas transfer setelah meninggalkan Liga Pro Saudi.

Juventus tidak perlu mengeluarkan biaya transfer untuk merekrutnya dan hanya perlu menyelesaikan persoalan gaji serta kontrak.

Perburuan Kessié bahkan kini menjadi semakin menarik karena Juventus mendapat persaingan dari AS Roma.

Baca Juga:AS Roma Coba Curi Kessie dari Genggaman Juventus: Lakukan Serangan Kilat di Malam HariMimpi Buruk Julian Alvarez: Dicemooh Fans Atletico, Dilarang Dekati Tribun Penonton

Seperti diberitakan sebelumnya, Roma melakukan serangan kilat untuk mencoba membajak Kessié dari genggaman Juventus.

Giallorossi bergerak setelah mengetahui Bianconeri sedang melakukan negosiasi dengan gelandang Pantai Gading tersebut.

Juventus ingin menyelesaikan kesepakatan dengan Kessié secepat mungkin. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah menyelesaikan kepergian Fabio Miretti ke Besiktas.

Penghematan dari sisi gaji diharapkan bisa memberikan ruang bagi Juventus untuk memenuhi tuntutan kontrak Kessié.

Dengan demikian, kegagalan Juventus mendapatkan Reijnders bukan karena Bianconeri sama sekali tidak tertarik. Faktor finansial justru menjadi alasan utama perubahan strategi.

Berbeda dengan Juventus yang harus menghitung ulang kekuatan finansialnya, Al Qadsiah memberikan proyek yang akhirnya mampu meyakinkan Reijnders.

Keluarga Reijnders awalnya tidak langsung menerima tawaran klub Arab Saudi tersebut. Dua kali proposal Al Qadsiah ditolak.

Baca Juga:AS Roma vs Fiorentina: Gasperini Siapkan Duet Maut Dybala-Soule di Belakang Malen Palermo Tumbangkan Juve Stabia, Pippo Inzaghi: Hasil Adalah yang Terpenting

Akan tetapi, Al Qadsiah terus kembali dengan tawaran baru. Keseriusan klub tersebut akhirnya membuat Martin dan keluarganya melihat adanya ambisi besar di balik proyek tersebut.

Reijnders kemudian resmi memilih melanjutkan karier di Arab Saudi.

Ia bahkan langsung menunjukkan kontribusinya setelah mendapatkan kesempatan bermain.

Setelah tampil sebagai pemain pengganti dalam pertandingan pertamanya, Reijnders kemudian dipercaya menjadi starter.

Dalam pertandingan melawan Neom, pemain asal Belanda itu mencetak gol pertamanya untuk Al Qadsiah sekaligus membuka keunggulan timnya.

Al Qadsiah akhirnya menang 2-0, dan Reijnders langsung mencatatkan namanya di papan skor.

Awal tersebut tentu menjadi modal positif bagi sang gelandang setelah meninggalkan Serie A.

Juventus Harus Belajar dari Kasus Reijnders

Kisah Reijnders menunjukkan bagaimana kondisi finansial dapat mengubah rencana transfer sebuah klub.

Juventus sebenarnya memiliki ketertarikan, tetapi tidak mampu memberikan formula yang membuat transfer permanen tersebut realistis.

0 Komentar