Sementara itu, KH Agis Bukhori Muslim dalam ceramahnya mengajak para siswa untuk membiasakan diri mensyukuri berbagai nikmat Allah SWT.
Ia mengingatkan bahwa rasa syukur dapat diwujudkan dengan mengungkapkan kebahagiaan atas nikmat yang diterima, selama tetap menjaga hati dari kesombongan dan riya.
Ia mencontohkan kebiasaan anak muda yang membagikan aktivitas positif melalui media sosial.
Baca Juga:Walk in Ginding Merdeka Vibes di Kota Tasikmalaya! Jalan Santai Masuk Gang, Sambil Berbagi SembakoPatroli Malam Minggu di Kota Tasikmalaya Sita 12 Botol Miras, Polisi Terus Bidik Geng Motor
Unggahan tentang perjalanan menikmati alam maupun aktivitas ibadah, menurutnya, tidak selalu harus dipandang negatif.
“Contoh, update status OTW Pangandaran. Itu tadabur alam. Itu bentuk syukur karena merasa bahagia mendapatkan nikmat,” kata KH Agis.
Begitu pula ketika seseorang membagikan pengalaman menjalankan salat tahajud.
Menurut dia, hal tersebut dapat menjadi bentuk ekspresi kebahagiaan karena memperoleh kesempatan beribadah.
“Urusan riya lain cerita, urusan dia dengan Allah. Ketimbang mengungkapkan keluh kesah itu kurang bagus,” ujarnya.
KH Agis juga mengingatkan siswa agar tidak larut dalam kekhawatiran dan kesedihan.
Menurut dia, rasa syukur dan kebahagiaan perlu lebih banyak ditumbuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan realitas kehidupan siswa.
Baca Juga:Satgas MBG Kota Tasikmalaya Soroti Sertifikasi Dapur, Jangan Asal Klaim HACCP dan ISOPorseni Madrasah Jawa Barat Bawa 5.825 Atlet Kepung Kota Tasikmalaya, Bawa Prestasi hingga Geliat Ekonomi
Dengan demikian, Maulid Nabi bukan sekadar acara dengan pengeras suara dan panggung seremonial, tetapi diharapkan meninggalkan gema yang lebih panjang dalam perilaku warga sekolah. (rezza rizaldi)
