Tantangan tersebut tidak mudah karena Juventus harus bersaing dengan klub-klub Italia yang juga melakukan investasi besar.
Elkann juga berbicara mengenai keputusan Juventus menunjuk Giovanni Carnevali dalam struktur manajemen klub.
Menurutnya, Carnevali merupakan sosok profesional yang memiliki pemahaman mendalam mengenai sepak bola Italia.
Baca Juga:Minim Menit Bermain di AC Milan, Agen Samuele Ricci Lakukan Kontak dengan Como Siapa Diego Moreira? Pemain Termahal Kedua dalam Sejarah AC Milan
Pengalaman panjang Carnevali di dunia sepak bola menjadi salah satu alasan Juventus mempercayakan peran penting kepadanya.
“Giovanni adalah seorang profesional hebat yang sangat memahami sepak bola Italia,” kata Elkann.
Ia menegaskan bahwa Juventus saat ini sedang menjalankan proses penguatan klub yang harus dimulai dari Italia.
Pada saat yang sama, proses tersebut harus tetap sesuai dengan identitas Bianconeri.
“Juventus saat ini sedang menjalankan penguatan yang harus dimulai dari Italia dan menghormati identitas klub,” ujar Elkann.
Menurutnya, karakter dan ambisi Carnevali sangat cocok dengan arah yang ingin dibangun Juventus.
Identitas tersebut juga berkaitan dengan target utama klub. Juventus tidak sekadar ingin menjadi peserta kompetisi, tetapi harus memiliki ambisi untuk kembali memenangkan gelar.
Baca Juga:Gasperini Butuh Amunisi Baru, AS Roma Lakukan Serangan Terakhir di Bursa TransferDihantui Larangan Transfer Musim Dingin, Davide Frattesi Bisa Jadi Pembelian Terakhir Lazio
“Identitas itu sangat sesuai dengan kemampuan Giovanni Carnevali dan ambisinya. Ambisinya sama dengan ambisi klub, yaitu mengejar kemenangan,” tegas Elkann.
Bagian paling penting dari pernyataan Elkann adalah target Juventus untuk segera kembali meraih kemenangan.
Menurutnya, kemenangan harus menjadi fondasi bagi Juventus untuk mencapai target yang lebih besar.
Setelah mampu menang secara konsisten, Bianconeri dapat meningkatkan ambisi baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
“Kita harus mulai menang, karena dengan kemenangan, hasil yang semakin penting akan datang, baik di Italia maupun Eropa,” ujar Elkann.
Namun, Elkann juga memahami bahwa Juventus tidak bisa membangun kembali kekuatan klub dalam waktu singkat.
Ia mengingatkan bahwa sepak bola berjalan dalam siklus. Ada periode ketika sebuah klub berada di puncak, tetapi ada pula masa ketika klub harus melakukan regenerasi dan rekonstruksi.
“Sepak bola terdiri dari berbagai siklus dan saat ini kami berada dalam fase rekonstruksi,” katanya.
