Namun, masalah terbesar justru bukan terletak pada keinginan Lazio mempertahankan Frattesi.
Persoalannya adalah apakah Lazio nantinya memiliki kebebasan finansial untuk mengeksekusi klausul pembelian tersebut.
Kondisi keuangan Lazio membuat klub berpotensi kembali menghadapi pembatasan transfer pada Januari mendatang.
Baca Juga:Juventus Paksa Di Gregorio Turun Tahta Jika Suzuki DatangDavide Frattesi Tinggalkan Inter demi Lazio, Gattuso Beri Sinyal Positif
Situasi tersebut mengingatkan pada apa yang dialami Lazio pada Juni 2025 ketika aktivitas transfer mereka juga terkunci akibat persoalan finansial.
Jika tidak ada perubahan signifikan, Lazio berpotensi kembali menghadapi pasar transfer musim dingin yang diblokir.
Masalahnya, biaya skuad Lazio tidak mengalami penurunan yang berarti. Sebaliknya, pendapatan klub justru diperkirakan mengalami tekanan.
Kondisi tersebut membuat Lazio harus mencari keseimbangan antara mempertahankan pemain berkualitas dan memenuhi batasan finansial yang diberlakukan.
Karena itu, jika tidak ada suntikan dana besar atau penjualan pemain yang memberikan pemasukan signifikan, Lazio bisa kesulitan melakukan aktivitas transfer pada Januari.
Bahkan, kemungkinan pembatasan tersebut tidak berhenti pada musim dingin. Jika situasi keuangan tidak membaik, Lazio berpotensi menghadapi persoalan serupa hingga bursa transfer musim panas 2027.
Di sinilah transfer Frattesi menjadi sangat menarik.
Lazio memang mendapatkan sang gelandang dengan biaya awal €5 juta atau sekitar Rp100 miliar.
Baca Juga:Amorim Izinkan Leao Dijual, AC Milan Beri Diskon Rp200 Miliar Fabio Ravezzani: Rafael Leao Tampil Semakin Buruk Sejak Gajinya Naik Tiga Kali Lipat
Namun, pada musim panas 2027, klub seharusnya memiliki kesempatan untuk mempermanenkannya dengan membayar €10 juta atau sekitar Rp200 miliar.
Persoalannya, jika pada saat itu Lazio masih berada dalam kondisi pasar transfer yang diblokir secara total, klub bisa saja tidak diperbolehkan menjalankan opsi pembelian tersebut.
Dengan kata lain, Frattesi bisa menjadi salah satu transfer terakhir Lazio sebelum klub kembali menghadapi pembatasan aktivitas di bursa pemain.
Skenario tersebut tentu menjadi perhatian serius bagi manajemen Lazio.
Mereka tidak hanya harus memikirkan bagaimana mendapatkan Frattesi, tetapi juga bagaimana memastikan kondisi finansial klub memungkinkan mereka mempertahankan pemain tersebut secara permanen.
Dari sisi pemain, situasi ini tentu cukup berbeda. Frattesi akhirnya bisa kembali ke Roma dan bergabung dengan Lazio setelah sebelumnya menjadi bagian dari proyek Inter.
Gelandang tersebut kini dapat fokus menikmati kesempatan bermain dan membuktikan bahwa dirinya layak dipermanenkan.
