Di tengah kemarau yang membuat air menjadi barang berharga, aksi AKP Hartono menjadi pengingat bahwa kepedulian tak selalu membutuhkan seremoni.
Cukup membuka akses dan berbagi apa yang ada, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
Rumah yang biasanya menjadi ruang privat itu pun berubah menjadi tempat warga mencari kebutuhan paling dasar: air.
Baca Juga:Jelang HUT RI, Penjualan Bendera di Kota Tasikmalaya MenurunEdukasi Remaja di Cibeuti, KKN Umtas Soroti Bullying hingga Keamanan Digital
Ketika sebagian sumur mulai angkat tangan menghadapi kemarau, sumber air di rumah AKP Hartono justru menjadi tumpuan bagi puluhan keluarga.
Bagi warga Kampung Gunung Subang, air tersebut bukan sekadar aliran dari sebuah mata air.
Di tengah kemarau yang kian menyulitkan, ia menjadi harapan yang bisa diambil dengan galon dan jeriken—tanpa harus membeli. (rezza rizaldi)
