Program tersebut dilaksanakan bersama anggota tim Awit Marwati Sakinah SSi MStat dan Lina Listiani SKom MKom. Kegiatan juga melibatkan tiga mahasiswa STMIK DCI, Ineufina Lestari, Nurlaila dan Rifky Putra Ramadhan, dalam pelaksanaan dan pendampingan.
Keterlibatan mahasiswa sekaligus menjadi sarana untuk menerapkan pengetahuan dan teknologi dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ketua Forum UMKM Sadulur Tasikmalaya, Siti Nurjanah, menyambut positif pelatihan yang menggabungkan materi dengan praktik langsung. Menurutnya, metode tersebut membuat peserta lebih mudah memahami pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran.
Baca Juga:Sulalatul Huda, Warisan Terbesar dari Sang Kiai!Tim Smart Posyandu UPI Dampingi Warga Cigedug Cegah Stunting dan Tingkatkan Literasi Anak
“Saya sangat bahagia karena materi yang disampaikan sangat bagus dan para pelaku UMKM menunjukkan ketertarikan yang tinggi. Kami merasa terbantu dengan adanya pelatihan dan praktik langsung, bukan sekadar teori. Terima kasih kepada tim dan para mentor, semoga ilmu yang diberikan bermanfaat,” kata Siti.
Selama pelatihan, peserta mengikuti demonstrasi dan praktik yang disesuaikan dengan kebutuhan promosi produk UMKM. Peserta juga berdiskusi mengenai kendala dalam membuat materi promosi dan memanfaatkan kanal pemasaran digital.
Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemahaman peserta setelah pelatihan masih beragam. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi tim PkM STMIK DCI untuk melanjutkan pendampingan agar peserta semakin terbiasa menggunakan AI generatif dan Meta Ads dalam kegiatan pemasaran.
Melalui program tersebut, STMIK DCI mendorong kolaborasi perguruan tinggi dengan komunitas UMKM dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Peningkatan kemampuan membuat konten dan memahami strategi pemasaran digital diharapkan dapat memperkuat promosi serta daya saing produk lokal anggota Forum UMKM Sadulur Tasikmalaya. (rls)
