Sebaliknya, apabila pendapatan tetap mengalami kontraksi tajam meski persediaan telah normal, investor perlu mempertanyakan apakah terdapat faktor lain selain destocking yang membatasi pertumbuhan SIDO.
Dengan demikian, kunci cerita SIDO pada semester II 2026 bukan sekadar apakah penjualan dapat kembali tumbuh, tetapi seberapa cepat pemulihan volume terjadi, bagaimana komposisi penjualan herbal dan F&B berkembang, serta apakah margin mampu bertahan di tengah perubahan bauran bisnis.
Revisi turun target pendapatan memang menunjukkan bahwa 2026 bukan tahun yang mudah bagi Sido Muncul. Namun, selesainya proses normalisasi inventori memberikan titik awal baru. Kuartal III akan menjadi salah satu indikator paling penting untuk menentukan apakah SIDO mulai memasuki fase pemulihan atau masih membutuhkan waktu lebih panjang sebelum pertumbuhan kembali terlihat solid. (snd/stb)
Sumber: Stockbit
