Platini Tuding Pemain Bola Sekarang Terlalu Manja: Ganti Kerjaan Jika Tak Sanggup Hadapi Tekanan Mental 

Michel Platini
Michel Platini  Foto: Tangkapan layar Instagram 
0 Komentar

Namun, Platini melihat persoalan tersebut dari perspektif generasinya.

Ketika dirinya aktif bermain, media sosial belum menjadi bagian dari kehidupan pesepak bola dan pemain tidak menghadapi arus komentar publik secara instan seperti sekarang.

Bagi Platini, profesionalisme tetap harus menjadi fondasi utama.

Kritik Platini tidak berhenti pada persoalan kesehatan mental. Ia kemudian mengarahkan sorotannya terhadap perubahan nilai dalam sepak bola profesional.

Menurut mantan pemain Timnas Prancis tersebut, sepak bola modern sudah terlalu jauh bergeser dari nilai-nilai yang dahulu ia rasakan ketika masih bermain.

Baca Juga:Jurnalis Italia Tak Setuju Amorim Beri Jatah Tambahan Libur ke Maignan dan Rabiot: Contohkan Cara Inter MilanComo Siapkan Tawaran Fantastis untuk Boyong Moise Kean 

Platini membandingkan generasinya dengan pemain saat ini, terutama dalam cara mereka memandang Ballon d’Or, klub, suporter, dan kesuksesan.

“Hari ini Ballon d’Or adalah Holy Grail, bukan daftar pencapaian seorang pemain,” kata Platini.

Menurutnya, pemain dari generasinya memiliki prioritas yang berbeda. Ketika masih aktif bermain, mereka lebih mengutamakan tim dan hubungan dengan suporter.

“Kami memiliki nilai yang sedikit berbeda. Kami bermain untuk sebuah tim, untuk para penggemar,” ujarnya.

Platini kemudian memberikan kritik paling tajam terhadap industri sepak bola modern.

“Sekarang mereka mengatakan, ‘Saya ingin membuat sejarah’. Mereka tidak terikat dengan klub atau suporter. Sepak bola profesional sekarang terdiri dari merek dan tentara bayaran, tidak ada yang lain,” kata Platini.

Istilah “mercenari” atau tentara bayaran yang digunakan Platini menggambarkan kekecewaannya terhadap pemain yang dianggap lebih mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan loyalitas kepada klub.

Baca Juga:Xavi Hernandez Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda: Total Football Telah KembaliInter Kebut Transfer Curtis Jones Usai Kirim Frattesi ke Lazio 

Dalam pandangan Platini, sepak bola telah berkembang menjadi industri dengan nilai komersial yang sangat besar.

Pemain bukan hanya dipandang sebagai atlet, tetapi juga sebagai merek yang memiliki nilai pasar, jumlah pengikut, kontrak sponsor, serta kekuatan komersial.

Perubahan tersebut membuat persaingan untuk mendapatkan penghargaan individu seperti Ballon d’Or semakin besar.

Platini sendiri merupakan salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola Prancis. Ia memenangkan Ballon d’Or tiga kali secara beruntun pada 1983, 1984, dan 1985.

Karena itu, pandangannya mengenai penghargaan tersebut memiliki bobot tersendiri.

Namun, komentar bahwa pemain modern terlalu mementingkan Ballon d’Or sekaligus kurang memiliki ikatan emosional dengan klub dan suporter kemungkinan besar akan memicu perdebatan.

0 Komentar