Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan adanya minat yang besar terhadap instrumen investasi berbasis emas di pasar global.
Namun, Juda menekankan bahwa ETF emas memiliki karakteristik berbeda karena menggunakan emas fisik sebagai underlying asset. Kondisi tersebut membuat aspek penyimpanan, valuasi, dan akuntabilitas transaksi menjadi sangat penting dalam menjaga kepercayaan investor.
Ia menilai inovasi dalam industri keuangan harus berjalan beriringan dengan integritas. Kepercayaan investor terhadap instrumen dan penyelenggara pasar menjadi fondasi penting agar inovasi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.
Baca Juga:BPJS Ketenagakerjaan dan UPI Perkuat Perlindungan Mahasiswa hingga Pegawai Non ASN, Ekosistem Lebih AmanBPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kejaksaan Perkuat Kepatuhan Perusahaan, Pekerja Mesti Dapat Jaminan Sosial
Peluncuran ETF Emas diharapkan tidak hanya meningkatkan ukuran pasar modal Indonesia, tetapi juga memperkuat kualitas ekosistem pasar secara keseluruhan.
Juda berharap pasar modal nasional dapat berkembang menjadi semakin dalam, inklusif, prudent, dan kredibel. Dengan demikian, pasar modal dapat memainkan peran yang lebih besar dalam mendukung kebutuhan pembiayaan serta target pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
Pendalaman pasar keuangan juga dinilai penting untuk menciptakan sumber pembiayaan yang lebih beragam. Semakin banyak pilihan instrumen dan semakin luas basis investor, semakin besar pula peluang pasar modal untuk menopang kebutuhan pembiayaan ekonomi nasional.
“Mari kita bersama membangun dan menjaga kepercayaan tersebut,” ungkapnya dalam siaran pers Kemenkeu RI. (rls)
