Sebab dalam politik modern, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki program terbaik. Tetapi siapa yang paling mampu membuat masyarakat percaya bahwa program itu benar-benar hadir.
Dan di situlah peran KDM menjadi menarik. Ia bukan hanya menyampaikan pesan Prabowo. Ia menjadi penerjemah bahasa kekuasaan ke bahasa rakyat.
Pertanyaannya kemudian: Apakah seorang penerjemah hanya akan dikenang karena menerjemahkan pesan pemimpinnya? Atau suatu saat ia justru dianggap sebagai pemilik cerita politiknya sendiri?
Baca Juga:Tim Pengabdian Dosen Unsil Tasikmalaya Digitalisasi Pelaporan Kesehatan di Puskesmas KahuripanDefisit APBD Kota Tasikmalaya Membengkak Jadi Rp89,35 Miliar
Jawabannya akan ditentukan oleh bagaimana keseimbangan antara pusat dan daerah terus dimainkan. (red)
