Selain TNI, sekolah juga melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya untuk mengenalkan tugas dan fungsi pemadam kebakaran sekaligus memberikan edukasi mengenai penanganan keadaan darurat.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif dengan memadukan unsur edukasi dan hiburan sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memahami pentingnya kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. Tak hanya berisi materi pembinaan, Permata juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas melalui berbagai kegiatan, seperti karnaval dan fashion show.
Dengan demikian, Permata tidak hanya diisi materi pembinaan karakter, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang mendorong kreativitas dan mempererat kebersamaan antarsiswa. Meski tidak digelar di alam terbuka, konsep kegiatan tetap mempertahankan semangat perkemahan. Ruang-ruang kelas disulap menjadi tempat bermalam bagi setiap kelompok peserta, sementara seluruh rangkaian kegiatan tetap berlangsung sebagaimana perkemahan pada umumnya.
Baca Juga:Defisit APBD Kota Tasikmalaya Membengkak Jadi Rp89,35 MiliarKUA–PPAS 2027 dan Ujian Keberpihakan Anggaran: Apakah Pagu OPD Sudah Mengikuti Prioritas?
Sri menjelaskan, konsep tersebut dipilih agar siswa baru lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa mengurangi esensi Permata sebagai sarana pembentukan karakter.
“Mudah-mudahan dengan tidak di luar lingkungan sekolah tidak mengurangi esensinya bahwa Perkemahan Masa Tamu bisa juga dilakukan di lingkungan sekolah,” pungkas Sri. (Fitriah Widayanti)
