Sementara itu, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi mengatakan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus memperkuat upaya mitigasi dampak kekeringan, salah satunya melalui penyediaan sumur bor di wilayah-wilayah yang rawan mengalami kekeringan di setiap kecamatan.
“Upaya tersebut harus ditopang sinergi seluruh pemangku kepentingan serta perencanaan mitigasi yang berorientasi jangka panjang agar penanganan kekeringan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Asep menegaskan pemerintah daerah akan terus mengupayakan pembangunan sumur bor di daerah rawan kekeringan. Namun, menurutnya, penanganan kekeringan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri sehingga membutuhkan dukungan Perhutani dan seluruh pemangku kepentingan, disertai langkah mitigasi jangka panjang agar masyarakat lebih siap menghadapi musim kemarau.
Baca Juga:Kades Tanjungbarang Cikatomas Tasikmalaya Dorong Solusi Terbaik Soal Portal, Dampaknya Harus DiperhitungkanPasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Kirim 9 Atlet ke Kejurnas, Bidik Medali Jelang Porprov Jabar
“Saya mengimbau kepada seluruh camat, kepala desa, hingga tokoh masyarakat untuk peka melihat kondisi wilayahnya. Segera laporkan, jika ada daerah yang mengalami krisis air agar tindakan darurat bisa langsung kita luncurkan,” pungkasnya. (obi)
