Lakukan Konservasi, 570 Mahasiswa Unigal Disebar ke 18 Desa di Pangandaran

pelepasan mahasiswa KKN Unigal di Pangandaran
Penyematan sebagai simbolis pelepasan Mahasiswa KKN Unigal di Pangandaran, Selasa (28/7/2026) (Foto: Istimewa)
0 Komentar

“Di kampus kita belajar dari teori. Ketika turun ke masyarakat, persoalan harus dicari, dipahami, lalu dicarikan jalan keluarnya. Itulah kampus sesungguhnya yang akan dihadapi mahasiswa selama 40 hari ke depan,” katanya.

Ia meyakini pengalaman tersebut akan membentuk karakter mahasiswa menjadi lebih matang, memiliki kepekaan sosial, serta mampu menghadapi berbagai tantangan di kehidupan nyata setelah menyelesaikan pendidikan.

Lebih lanjut, Aep menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agent of change atau agen perubahan. Bekal pengetahuan, kreativitas, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital menjadi modal penting untuk membantu masyarakat, khususnya dalam mendorong pengembangan ekonomi desa.

Baca Juga:Aturan Rombel SPMB Bikin Sekolah Swasta Gelisah, Kadisdik Kota Tasikmalaya Dorong Perbaikan KualitasPengemudi Masih Belajar, Mobil Seruduk Motor dan Tabrak Gapura di Indihiang Kota Tasikmalaya

Menurutnya, hingga kini masih banyak pelaku UMKM yang menghasilkan produk berkualitas, namun belum mampu memasarkan produknya secara optimal melalui platform digital.

“Mahasiswa memiliki kemampuan yang mungkin belum dimiliki masyarakat, terutama dalam digital marketing, literasi digital, hingga promosi melalui media sosial. Ini menjadi peluang besar untuk membantu meningkatkan daya saing produk-produk unggulan desa,” katanya.

Aep berharap keberadaan mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di desa-desa lokasi KKN.

“Kami menekankan bahwa mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas memiliki kompetensi yang berbeda-beda sehingga dapat memberikan kontribusi sesuai bidang keilmuan masing-masing,” ucapnya.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar