Daftar 4 Pemain Inter yang Dikritik Media Italia Saat Lawan Karlsruher: Stankovic Tak Bisa Gantikan Calhanoglu

Inter Milan
Skuad muda Inter Milan saat menghadapi Karlsruher FC  Foto: Tangkapan layar Instagram@inter 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Inter Milan harus puas mengawali rangkaian uji coba pramusim dengan hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Karlsruher.

Meski mampu bangkit setelah tertinggal, penampilan Nerazzurri dinilai masih jauh dari kata memuaskan.

Laga ini menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad asuhan Cristian Chivu setelah sebelumnya hanya menghadapi lawan dengan level yang lebih rendah.

Baca Juga:Mourinho Minta Madrid Datangkan Bastoni: Inter Pasang Tarif Rp1,4 TriliunGattuso Ingin Borong Pemain Buangan AC Milan: Lini Depan Lazio Dianggap Tumpul 

Inter sempat tertinggal lebih dahulu melalui gol Civeja sebelum akhirnya menyamakan kedudukan lewat Topalovic.

Meski hasil akhir tidak terlalu mengecewakan, media Italia Calciomercato menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Chivu sebelum Serie A dimulai.

Beberapa pemain tampil menjanjikan, namun tidak sedikit pula yang mendapat sorotan tajam karena gagal memenuhi ekspektasi.

Salah satu pemain yang mendapat nilai positif adalah Yann Bisseck. Bek asal Jerman itu tampil sangat disiplin sepanjang pertandingan dan hampir tidak melakukan kesalahan berarti.

Bisseck beberapa kali melakukan penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang emas Franke yang berpotensi menjadi gol.

Selain kokoh dalam bertahan, ia juga aktif membantu serangan dengan naik hingga mendekati kotak penalti lawan.

Penampilannya menunjukkan bahwa ia siap menjadi salah satu andalan Inter musim ini.

Baca Juga:AC Milan Sulit Jual Loftus-Cheek, Tomori Jadi Rebutan Tim Inggris Super Agen Jorge Mendes Sulit Jual Rafael Leao: Financial Fair Play Jadi Batu Sandungan

Kiper Josep Martinez juga mendapat pujian berkat penampilan yang tenang di bawah mistar gawang.

Ia tampil percaya diri saat mengantisipasi bola-bola udara maupun ketika harus keluar dari sarangnya.

Distribusi bolanya juga dinilai akurat sehingga lambatnya aliran bola Inter tidak bisa dibebankan kepadanya.

Satu-satunya kesalahan kecil yang dilakukannya terjadi dalam situasi yang dianggap dipengaruhi pelanggaran lawan yang luput dari perhatian wasit.

Nama lain yang mencuri perhatian adalah Luka Topalovic.

Setelah mencetak hattrick pada laga uji coba sebelumnya melawan SV Aasen, gelandang muda tersebut kembali menunjukkan performa impresif. Masuk pada awal babak kedua, ia menjadi pemain Inter yang paling berbahaya.

Topalovic berkali-kali mengancam gawang Karlsruher lewat tembakan dari luar kotak penalti. Meski beberapa peluang berhasil digagalkan kiper Bernat, kontribusinya tetap mendapat apresiasi tinggi.

Pada akhirnya, Andy Diouf menjadi pemain terbaik Inter pada pertandingan ini.

0 Komentar