Meski demikian, pertumbuhan piutang pembiayaan tersebut masih berada di bawah target awal manajemen yang menargetkan pertumbuhan pada level rendah hingga belasan persen (low-teens) sepanjang 2026.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ekspansi pembiayaan BFI Finance masih menghadapi tantangan, terutama di tengah dinamika daya beli masyarakat dan kondisi pasar pembiayaan kendaraan.
Manajemen BFI Finance sebelumnya memperkirakan pertumbuhan pembiayaan akan bergerak lebih kuat pada paruh kedua 2026.
Baca Juga:Penjualan Batu Bara Bukit Asam Tembus 21,1 Juta Ton di Semester I 2026, Ekspor Makin MenguatPetrosea Suntik Rp 1,19 Triliun ke Singaraja Putra, Perkuat Kendali Strategis di Bisnis Tambang Batubara
Salah satu faktor pendukungnya adalah distribusi hari libur nasional yang lebih banyak terjadi pada semester pertama tahun ini, sehingga aktivitas pembiayaan diproyeksikan mengalami peningkatan setelah memasuki paruh kedua tahun berjalan.
Dengan tren penurunan beban provisi, stabilnya pendapatan bunga bersih, serta peluang percepatan pertumbuhan pembiayaan, BFI Finance memiliki ruang untuk memperkuat kinerja hingga akhir 2026.
Kinerja semester I 2026 menjadi sinyal positif bagi perusahaan bahwa strategi menjaga kualitas kredit mulai memberikan hasil.
Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan pembiayaan kembali meningkat tanpa mengorbankan tingkat kesehatan portofolio. (snd/stb)
Sumber: Stockbit
