PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Harga kelapa di Kabupaten Pangandaran masih tergolong murah. Kondisi ini sudah berlangsung sejak lama dan membuat petani kelapa menjadi kurang menguntungkan.
Salah seorang petani kelapa Sadili (55) mengatakan, harga kelapa saat ini masih ada di kisaran Rp 2 ribu sampai dengan Rp 2,5 ribu per butirnya. Itupun yang dipilih hanya kelapa tua saja.
Harga normalnya, kata dia, biasanya diantara Rp 4 ribu sampai Rp 6 ribu per butirnya. “Kalau harga paling tinggi pernah di kirisaran Rp 7,5 ribu per butirnya,” katanya kepada Radar Jumat (24/7/2026).
Baca Juga:Soal Kerja Sama Parkir, Mantan Kadishub Kota Tasikmalaya: Inovasi Harus Memberi Hasil LebihPasanggiri Pencak Silat Priangan Timur di Tasikmalaya Terkendala Akomodasi
Menurut dia, harga di level tertinggi itu terjadi satu tahun kebelakang, namun sampai saat ini belum pernah lagi. “Malah sempat harganya turun di Rp 1,9 ribu per butirnya,” ujarnya.
Kebun miliknya biasa menghasilkan 500 butir kelapa, jiak dilkalikan harga saat ini, maka ia bisa mendapatkan Rp 1 juta lebih. “Tapi itu juga dari beberapa kebun (pohon) tidak dari satu titik, kalau harganya kisaran Rp 4 ribu keatas, ya cukup lumayan, tapi sekarang mah harganya murah,” jelasnya.
Ia biasanya menjual ke pengepul yang berada di sekitaran Kecamatan Parigi. “Kalau menjualnya tidak kesatu pengepul saja, tapi ke beberapa orang lah,” katanya.
Menurut pengepul kelapa di Parigi Solih, kurangnya permintaan ekspor kelapa menjadi penyebab harganya murah. “Kan barangnya jadi banjir tuh, gak bisa dijual ke luar negeri,” katanya.
Solih mengatakan, harga kelapa yang murah seperti sekarang ini juga pernah dialami pada tahun 2019 lalu. Bahkan saat itu harganya sempat menyentuh Rp 1 ribu per butirnya. “Pernah dulu juga, sempat beberapa saat,” ucapnya.
Ia berharap harga kelapa bisa kembali naik lagi. Menjadi salah satu alternatif sumber penghasilan bagi mereka.(Deni Nurdiansah)
