Jumlah SD di Kota Tasikmalaya Berkurang dari 199 Menjadi 186, IMM Kaitkan dengan Masalah Anak Putus Sekolah

Jumlah SD kota Tasikmalaya
Data grafis jumlah SD di Kota Tasikmalaya dalam 5 tahun terakhir. (Open data)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Jumlah Sekolah Dasar (SD) di Kota Tasikmalaya mengalami pengurangan dalam 5 tahun terakhir dari 199 menjadi 186. Hal ini dampak dari kebijakan penggabungan atau merger beberapa sekolah dengan alasan untuk pemerataan pendidikan.

Data yang tercantum di portal Open Data Kota Tasikmalaya menunjukkan jumlah SD pada Tahun Ajaran 2021/2022 tercatat sebanyak 199 unit. Jumlah tersebut turun menjadi 193 unit pada Tahun Ajaran 2022/2023 dan tetap sama pada Tahun Ajaran 2023/2024. Selanjutnya kembali berkurang menjadi 189 unit pada Tahun Ajaran 2024/2025, hingga tersisa 186 unit pada Tahun Ajaran 2025/2026.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari kalangan mahasiswa. Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Tasikmalaya yang menilai pemerintah harus memastikan pengurangan jumlah sekolah tidak berdampak pada menurunnya akses maupun kualitas pendidikan, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

Baca Juga:Membentuk Satgas Penertiban Parkir di Kota Tasikmalaya Butuh Tambahan Biaya, Dewan Belum Pahami Konsep DishubDiky Candra Dorong Lansia di Kota Tasikmalaya Tetap Produktif

Ketua Bidang Immawati PC IMM Kota Tasikmalaya, Nurmala Nurani, mengatakan sekolah negeri memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin seluruh anak memperoleh hak pendidikan yang layak.

“Dengan melihat kondisi penurunan Sekolah Dasar, semoga tidak mempengaruhi kualitas pelayanan pendidikan di Kota Tasikmalaya. Apalagi sekolah negeri yang dikelola langsung oleh pemerintah harus bisa menjangkau masyarakat kurang mampu dengan memberikan pendidikan yang layak bagi semua anak,” ujar Nurmala.

Menurutnya, persoalan pendidikan di Kota Tasikmalaya tidak hanya berkaitan dengan jumlah sekolah, tetapi juga masih adanya anak-anak yang belum bisa mengenyam pendidikan karena faktor ekonomi keluarga.

Ia menyebut masih ditemukan anak usia sekolah yang terpaksa membantu orang tua mencari nafkah sehingga tidak dapat melanjutkan pendidikan formal. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

“Apalagi di Kota Tasikmalaya anak-anak masih banyak yang belum mendapatkan pendidikan yang layak. Bahkan lebih parahnya lagi, masih ada yang belum bisa sekolah karena harus membantu orang tuanya mencari uang untuk menyambung hidup. Di sinilah pemerintah harus hadir, bagaimana kesejahteraan ditingkatkan dan bagaimana semua anak bisa mendapatkan pendidikan dengan baik,” tegasnya.

Mengenai hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Rojab Riswan Taufik, membenarkan adanya kebijakan merger sejumlah sekolah dasar. Menurutnya, penggabungan dilakukan sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan pendidikan sekaligus pemerataan sarana dan prasarana.

0 Komentar