TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Pemkot Tasikmalaya mendata ada 182 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beraktivitas di Dadaha. Hal itu menjadi salah satu bahan kajian untuk menyusun rencana penataan kawasan ruang publik yang kerap dikeluhkan warga karena semrawut.
Sejumlah instansi terkait sudah berkumpul dan membahas rencana tersebut dalam rapat koordinasi di Aula Satpol PP Kota Tasikmalaya, Rabu (22/7/2026). Dipimpin oleh Asisten Daerah (Asda) Administrasi Umum Setda Kota Tasikmalaya, H Asep Maman Permana.
Pembahasan difokuskan pada sejumlah persoalan yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas di kawasan Dadaha, terutama keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir kendaraan.
Baca Juga:Pemangkasan TPP ASN Pemkot Tasikmalaya Diusulkan 40%Imbalan 5% Tidak Berubah, Vendor Desak Pembentukan Satgas Penertiban Parkir di Kota Tasikmalaya
Asep mengatakan, rapat tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan rencana penataan dengan seluruh instansi terkait. Selain PKL dan parkir, penataan juga akan menyentuh persoalan sampah serta aspek lain yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan olahraga tersebut.
“Mematangkan rencana dengan setiap instansi terkait. Fokus utamanya yaitu menata pedagang dan parkir kendaraan. Di samping penataan lainnya seperti pengaturan sampah dan lain-lain,” ujarnya.
Menurut dia, pembahasan akan dilanjutkan melalui rapat teknis. Nantinya, masing-masing instansi diharapkan dapat menyusun rencana kerja sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
“Rapat ini baru mengawali kembali. Nanti kita lanjutkan rapat teknis dan rencana kerjanya,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pengelola Kompleks Dadaha, Dadang Ismail, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pendataan awal terhadap para PKL yang beraktivitas di kawasan tersebut. Berdasarkan data sementara, terdapat 182 PKL yang terdiri dari pedagang harian dan mingguan. Namun, jumlah tersebut masih dalam proses verifikasi oleh petugas di lapangan.
“Sementara, yang sudah didata itu ada 182 PKL. Mereka terdiri dari pedagang harian dan mingguan. Sekarang masih diverifikasi pendataannya semua oleh petugas kami,” ungkapnya.
Selain penataan PKL, persoalan parkir juga menjadi perhatian dalam rencana pembenahan kawasan Dadaha. Sejumlah titik yang selama ini dimanfaatkan sebagai lokasi parkir turut menjadi bahan pembahasan.
