Publik tidak membutuhkan alasan. Publik membutuhkan kepastian. Sesungguhnya masyarakat Tasikmalaya tidak menuntut hal yang rumit.
Mereka tidak meminta parkir gratis di seluruh kota. Mereka hanya ingin aturan dijalankan. Kalau membayar, berikan karcis. Kalau ada slogan, laksanakan. Kalau membuat kebijakan, pastikan sudah matang.
Kalau hendak menggandeng pihak ketiga, bereskan dulu rumah sendiri. Karena kebijakan publik bukan perlombaan membuat slogan.
Baca Juga:Korsleting Listrik, Satu Rumah Terbakar di Kabupaten Tasikmalaya, Damkar dan Tagana Berjibaku Padamkan ApiTasikmalaya Diskon Besar!
Melainkan kemampuan memastikan setiap kalimat yang dipasang di spanduk benar-benar hidup di jalanan.
Sebab bila tidak, spanduk akan hilang.Dan bersama hilangnya spanduk itu, ikut menghilang pula sedikit demi sedikit kepercayaan masyarakat.
Kepercayaan itulah yang jauh lebih mahal daripada seluruh pendapatan retribusi parkir yang ingin dikejar pemerintah. (red)
