GARUT, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menangani persoalan kebersihan di Kabupaten Garut.
Upaya penanganan sampah kini tidak lagi dipusatkan pada satu lokasi, melainkan melalui aksi keliling berkesinambungan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan organisasi.
Kepala DLH Kabupaten Garut, Jujun Juansyah, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan oleh beragam komunitas serta lembaga dalam aksi kebersihan yang digelar berturut-turut akhir pekan lalu.
Baca Juga:Penerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan KecelakaanSiap-Siap! Bakal Ada Mudik Gratis di Garut, Segini Kuota yang Tersedia
Seperti yang dilakukan pada akhir pekan lalu di area hutan kota Kerkop.
“Hari Sabtu maupun hari Minggu itu inisiatif. Kalau hari Sabtu inisiatif dari teman-teman pegiat lingkungan ya, dari Yayasan Nirmala dan teman-teman pemerhati lingkungan lainnya. Untuk yang hari Minggu itu dari teman-teman KNPI,” ucapnya, Rabu 22 Juli 2026.
Jujun menilai sinergi yang terbangun di lapangan merupakan bentuk kolaborasi positif yang diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
Pihaknya mendorong agar aksi aksi nyata ini dapat terus berlanjut secara konsisten.
“Bagi kami ini adalah bentuk satu kolaborasi yang baik ya. Dan insyaallah ini menjadi satu program nanti ke depannya berkelanjutan,” katanya
Lebih lanjut, Jujun menjelaskan bahwa sasaran kegiatan kebersihan tidak dipatok pada wilayah Kerkop semata, melainkan akan berpindah secara berkala ke kawasan-kawasan publik yang membutuhkan intervensi penanganan sampah, seperti Jalan Ibrahim Adjie hingga area hutan kota.
Melalui komitmen bersama dengan para pegiat lingkungan, DLH Kabupaten Garut menyepakati penguatan gerakan berjuluk “Merdeka Sampah”.
Baca Juga:Destinasi Wisata di Garut Ini Masih Jarang Orang Tahu, Ini Daftar dan LokasinyaJerit Buruh di Garut yang Terancam Kena PHK Massal Usai Pabrik Bulu Mata Tiba Tiba Tutup
“Kita bersepakat akan melakukan gerakan ‘Merdeka Sampah’. Ya mudah-mudahan bisa dilakukan paling tidak dua minggu sekali atau minimal sebulan sekali,” katanya.
Jujun juga menyoroti pentingnya optimalisasi program berbasis kewilayahan. Menurutnya, Pemkab Garut sejatinya telah mengeluarkan surat edaran terkait gerakan kebersihan.
Ia optimis, instruksi Bupati Garut Abdusy Syakur terkait Jumat Bersih (Jumsih) maupun Kamis-Jumat Bersih.
Gerakan ini diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh perangkat desa hingga lingkungan RT/RW, permasalahan sampah di Kabupaten Garut dapat teratasi secara signifikan.
“Tinggal bagaimana masyarakat desa, warga, RT, dan RW-nya ikut bergerak. Ini yang menjadi PR kami juga, bagaimana menjadikan gerakan ini sebagai rutinitas,” pungkasnya. (Agi Sugiana)
