Bagikan APD Kepada Pengais Sampah di TPA Ciangir, Akademisi Unsil Berikan Edukasi soal Keselamatan Kerja

Pengabdian Unsil Tasikmalaya, TPA Ciangir
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Teknik Universitas Siliwangi (Unsil) membagikan APD dan memberikan edukasi keselamatan kerja dan kesehatan di TPA Ciangir, Rabu (22/7/2026).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tim dosen Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Teknik Universitas Siliwangi (Unsil) membagikan Alat Pelindung Diri (APD) kepada para pengais sampah di TPA Ciangir, Rabu (22/7/2026). Selain itu mereka pun diedukasi supaya memperhatikan keselamatan kerja saat beraktivitas di area tersebut.Hal itu dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui skema Program Pengabdian Berbasis Masyarakat (PPBM). Kegiatan tersebut mengusung tema “Intervensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Pemulung serta Upaya Peningkatan Kualitas Lingkungan di TPA Ciangir Kota Tasikmalaya.”

Program ini difokuskan pada peningkatan kesadaran para pemulung terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja, sekaligus mendorong perbaikan kualitas lingkungan di kawasan TPA yang selama ini menghadapi berbagai persoalan pencemaran.

Ketua Tim PKM, Andik Setiyono, mengatakan para pemulung dipilih sebagai sasaran utama karena merupakan kelompok pekerja yang memiliki tingkat risiko kecelakaan dan gangguan kesehatan cukup tinggi saat beraktivitas di area pembuangan sampah.

Baca Juga:Pemangkasan TPP ASN Pemkot Tasikmalaya Diusulkan 40%Imbalan 5% Tidak Berubah, Vendor Desak Pembentukan Satgas Penertiban Parkir di Kota Tasikmalaya

Menurutnya, setiap hari para pemulung berhadapan dengan berbagai potensi bahaya, mulai dari tertusuk benda tajam, terpapar debu, hingga menghirup gas berbahaya seperti metana dan karbon monoksida yang dihasilkan dari tumpukan sampah.

“Kami memberikan edukasi mengenai berbagai potensi bahaya yang dihadapi pemulung selama bekerja di TPA. Mereka juga dibekali pengetahuan tentang cara mencegah kecelakaan kerja serta langkah-langkah menjaga kesehatan saat berada di lingkungan yang memiliki tingkat pencemaran cukup tinggi,” ujar Andik.

Tak hanya memberikan penyuluhan, tim PKM Unsil juga menyerahkan sejumlah alat pelindung diri (APD) kepada para pemulung. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari sehingga mampu mengurangi risiko cedera maupun paparan polutan.

“Kami tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga membagikan alat pelindung diri agar dapat digunakan para pemulung ketika bekerja,” katanya.

Selain aspek keselamatan kerja, tim pengabdian juga menyoroti pentingnya penataan lingkungan di kawasan TPA Ciangir. Menurut Andik, diperlukan langkah-langkah konkret untuk mengurangi dampak pencemaran udara yang berasal dari gas metana, karbon monoksida, dan berbagai polutan lainnya.

Sebagai bentuk kontribusi terhadap lingkungan, tim PKM melakukan penghijauan dengan menanam sejumlah pohon yang dinilai mampu menyerap polutan, seperti mahoni, trembesi, cemara, dan bambu.

0 Komentar