Meski memberikan kritik terhadap gaya bermain Argentina, Laporte tetap menunjukkan rasa hormat yang tinggi kepada kapten Albiceleste, Lionel Messi.
“Messi adalah legenda yang tak lekang oleh waktu. Sejak kecil kami semua menonton video permainannya. Saya sudah berkali-kali menghadapi dia dan, sayangnya, saya hanya memiliki kenangan berupa foto bersamanya,” ujar Laporte sambil tersenyum.
“Namanya selalu muncul dalam momen-momen penting sepanjang karier sepak bola. Bahkan dalam banyak momen penting saya juga ada sosok Messi. Dia pemain yang luar biasa dan kami semua menikmati permainannya,” sanjungnya.
Baca Juga:Juventus Rela Korbankan Thuram demi Davide FrattesiPanucci Setuju Pirlo Latih Timnas Italia: Dia Pintar Bekerja dengan Pemain Muda
Meski demikian, Laporte berharap kisah indah Messi tidak berlanjut di final kali ini.
“Saya berharap Piala Dunia ini bukan menjadi miliknya, melainkan menjadi milik kami,” tekadnya.
Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Spanyol dan Argentina pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB di Stadion MetLife, East Rutherford, Amerika Serikat, yang selama turnamen menggunakan nama Stadion New York/New Jersey.
Pertandingan bergengsi tersebut akan dipimpin wasit asal Slovenia, Slavko Vincic.
Secara historis, kedua negara memang jarang bertemu dalam laga kompetitif. Dari total 14 pertemuan, sebanyak 13 di antaranya hanya berlangsung di ajang persahabatan internasional.
Satu-satunya duel mereka di putaran final Piala Dunia terjadi pada edisi 1966 di Inggris. Saat itu Argentina berhasil mengalahkan Spanyol dengan skor 2-1 berkat dua gol Luis Artime.
Sementara itu, pertemuan terakhir kedua tim terjadi dalam laga uji coba pada 2018.
Spanyol tampil luar biasa dengan menghancurkan Argentina 6-1. Ketika itu Albiceleste tampil tanpa Lionel Messi sehingga gagal memberikan perlawanan berarti.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Transfer Zeki Celik Balas Dendam Terindah Massara ke AS RomaJurnalis Italia Dukung Langkah Maldini Tunjuk Pirlo Jadi Pelatih Timnas: Contohkan Spanyol dan Argentina
Kini, delapan tahun setelah pertemuan terakhir tersebut, kedua raksasa sepak bola dunia kembali dipertemukan. Bedanya, kali ini yang dipertaruhkan bukan sekadar gengsi, melainkan trofi Piala Dunia 2026.
Dengan kualitas pemain yang dimiliki kedua tim serta duel strategi antara dua pelatih papan atas, final ini diprediksi berlangsung sengit hingga peluit panjang dibunyikan.
