Lima Warga Diduga Jadi Korban Pengeroyokan usai Cekcok di Tempat Karaoke

pengeroyokan pataruman banjar
Munir (saksi) saat membuat laporan ke SPKT Polres Banjar Jumat (17/7/2026) siang. (Anto Sugiarto/radartasik.id)
0 Komentar

BANJAR, RADARTASIK.ID – Lima warga diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan sekelompok orang di Jalan Raya Pataruman, Kota Banjar, pada Jumat (17/7/2026) dini hari. Insiden tersebut diduga dipicu percekcokan antarpengunjung di sebuah rumah karaoke di Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman.

Salah seorang saksi, Munir, melaporkan kejadian itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Banjar. Menurut dia, salah satu korban merupakan adiknya yang hingga Jumat siang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Saudara saya juga ikut di keroyok (jadi salah sasaran) sama orang dari sebrang (batak), sehingga melaporkan kasus ini ke polisi,” ucapnya, Jumat siang (17/7/2026), usai membuat laporan di SPKT Polres Banjar.

Baca Juga:Tasikmalaya Diskon Besar!Dituding Sebabkan Kekeringan Irigasi Pertanian di Tasikmalaya, BBWS Citanduy Beri Penjelasan Begini

Munir menuturkan, sebelum kejadian dirinya sedang berada di bagian depan rumah karaoke. Saat itu, dari salah satu ruangan terdengar percekcokan antara seorang pengunjung dengan orang dari seberang. Keributan kemudian berlanjut hingga diduga terjadi pengeroyokan terhadap salah seorang pengunjung.

Melihat kejadian tersebut, Munir mengaku berusaha melerai dan membawa korban keluar ruangan. Namun, setibanya di pinggir jalan, keributan kembali terjadi. Saat dirinya bersama beberapa orang kembali berupaya melerai, adiknya justru menjadi sasaran pengeroyokan.

“Orang-orang dari sebrang banyakan, yang jadi korban pengeroyokan ada sekitar lima orang. Dua diantaranya masih di rawat di rumah sakit, dan tiga sudah diperbolehkan pulang,” terangnya.

Akibat kejadian itu, seorang korban perempuan mengalami luka robek pada pelipis mata kiri setelah terkena lemparan balok yang diduga diarahkan ke kaca. Korban lainnya mengalami luka di bagian punggung akibat hantaman balok dan hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Munir menduga keributan dipicu oleh pengaruh minuman beralkohol yang dikonsumsi kelompok dari seberang tersebut.

“Awalnya tidak ada permasalahan, mungkin karena pengaruh alkohol yang berat sehingga terjadi percekcokan yang berujung pengeroyokan,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu Pramono Adi, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, laporan dugaan pengeroyokan itu telah diterima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan. (Anto Sugiarto)

0 Komentar