TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 233 siswa SMKN Bantarkalong mulai dipersiapkan untuk mengikuti Sertifikasi Kompetensi (Serkom) melalui skema Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP P3). Persiapan diawali dengan sosialisasi yang digelar bagi peserta dari tiga kompetensi keahlian, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Sertifikasi Kompetensi Tahap II Tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.
Sosialisasi diikuti siswa Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), serta Teknik Sepeda Motor (TSM). Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme sertifikasi, skema asesmen, hingga persyaratan yang harus dipenuhi sebelum mengikuti uji kompetensi.
Baca Juga:Semangat TMMD ke-129, Menyulap Desa Parungponteng Kabupaten TasikmalayaKomisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya Sebut Pemilihan Dewas RSUD KHZ Musthafa Tidak Sah
Penanggung Jawab Kegiatan, Ir. Nandang Suherlan, selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri (Hubin) dan Humas SMKN Bantarkalong, mengatakan sosialisasi merupakan tahapan penting agar seluruh peserta memahami proses sertifikasi yang akan dilaksanakan beberapa bulan mendatang.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bantuan Pemerintah Sertifikasi Kompetensi Tahap II Tahun 2026,” ujarnya.
Menurut dia, melalui sosialisasi tersebut para peserta memperoleh gambaran mengenai mekanisme pelaksanaan sertifikasi kompetensi melalui skema LSP P3 sehingga dapat mempersiapkan diri secara optimal.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, uji kompetensi akan dimulai pada 5 Oktober 2026 hingga seluruh proses asesmen selesai. Sertifikasi akan melibatkan asesor kompetensi sesuai skema LSP P3 sehingga hasilnya memiliki pengakuan berdasarkan standar kompetensi kerja.
Nandang menjelaskan, sebanyak 233 siswa akan mengikuti sertifikasi kompetensi, terdiri atas 20 siswa Program Teknik Kendaraan Ringan (TKR), 142 siswa Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta 71 siswa Teknik Sepeda Motor (TSM).
“Seluruh peserta berasal dari tiga program keahlian yang telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti sertifikasi,” katanya.
Ia menambahkan, sertifikat kompetensi menjadi bukti kemampuan siswa yang diakui secara profesional. Karena itu, sekolah mendorong seluruh peserta memanfaatkan waktu persiapan dengan memperkuat penguasaan materi dan keterampilan praktik sesuai bidang keahlian masing-masing.
Baca Juga:Kalahkan Dua Pejabat Internal Pemkab, Kurniawan Resmi Dilantik sebagai Sekda Kabupaten TasikmalayaPerkuat Mitigasi Risiko Proyek, PT Askrindo dan Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Jalin Kerja Sama
Selain sebagai implementasi pendidikan vokasi berbasis kompetensi, pelaksanaan Serkom juga diharapkan memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
