“Saya tidak akan memilih Mancini maupun Conte. Ketika sepak bola Italia membutuhkan mereka, justru mereka memilih pergi ke Arab Saudi. Saat menghadapi masa sulit, seharusnya semua orang ikut membantu memperbaiki situasi, bukan meninggalkannya,” tegas Rivera.
Pernyataan tersebut menjadi kritik keras, terutama kepada Roberto Mancini yang sempat mengundurkan diri dari jabatan pelatih Italia sebelum menerima pekerjaan sebagai pelatih tim nasional Arab Saudi.
Antonio Conte juga pernah memilih melatih klub-klub di luar Italia ketika sepak bola nasional sedang membutuhkan figur berpengalaman.
Baca Juga:Manchester United Incar Manu Kone, Parma dan Cagliari Rebutan Daniel MaldiniBursa Transfer Serie A: AC Milan dan Inter Sambut Pemain Baru, Como Siap Lepas Assane Diao
Tak berhenti sampai di situ, Rivera turut mengkritik struktur kepemimpinan baru FIGC.
Menurutnya, kebangkitan tim nasional Italia seharusnya diawali dengan pergantian kepemimpinan di tingkat federasi.
“Saya pikir tim nasional seharusnya memulai era baru dengan presiden yang baru. Giovanni Malagò menurut saya bukan sosok yang tepat,” ujarnya.
Komentar Rivera menunjukkan bahwa tantangan Maldini tidak hanya datang dari lapangan, tetapi juga dari dinamika internal federasi.
Meski demikian, banyak kalangan berharap pengalaman panjang Maldini sebagai pemain dan mantan Direktur Teknik AC Milan mampu menjadi modal besar untuk membangun kembali fondasi sepak bola Italia.
Kini, publik Italia menanti apakah Maldini mampu membawa perubahan nyata bagi Gli Azzurri dan mengakhiri krisis yang membuat salah satu negara paling bersejarah dalam sepak bola dunia itu absen dari Piala Dunia selama tiga edisi beruntun.
Keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada sejauh mana Maldini diberikan kewenangan penuh untuk menjalankan visi dan program pembinaan yang telah disiapkannya.
